Dampak Bangkai Babi di Sungai Singkil, Penjualan Ikan Masih Lesu

Minggu, 01/12/2019 - 15:38
Para pedagang ikan di pasar tradisional Aceh Singkil sepi pembeli.
Para pedagang ikan di pasar tradisional Aceh Singkil sepi pembeli.

Klikwarta.com, Aceh Singkil - Efek dari hanyutnya bangkai babi ke Sungai Singkil beberapa waktu lalu, masih berdampak terhadap pedagang penjualan ikan di Kabupaten Aceh Singkil. Pasalnya, hingga saat ini penjualan ikan di Kabupaten Aceh Singkil masih lesu. Sehingga banyak pedagang menggalami kerugian.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang ikan Aceh Singkil, Nazaruddin, Sabtu (30/11/2019) kemarin, mengaku, untuk menghabiskan ikan 25 kg saja sulit. "Padahal tidak hanya dijual di pasar harian dan mingguan Rimo saja, tetapi sampai ke PT Astra dan PT Delima", keluhnya.

Belakangan ini, daya beli ikan masyarakat sepi. Biasanya ia dapat menjual ikan minimal 125 kg per hari. Namun saat ini, untuk pulang modal saja sangat sulit.

Belum lagi mengenai berita hoax, bangkai babi terjangkit virus kolera dikhawatirkan di makan ikan. Agar tidak mengalami kerugian lebih besar, terpaksa ikan yang tidak laku diasinkan.

Pedagang ikan lainnya, Ishak di desa Ketapang Indah mengatakan biasanya penjualan ikan dalam satu minggu mencapai 3 - 5 ton. Selain ikannya tidak laku, lebih parahnya lagi anggotanya juga tidak mau membawa ikan ke pasar.

Ishakpun terpaksa menutup gudang ikan miliknya. Diperkirakan ia mengalami kerugian Rp 10 hingga Rp 15 juta.

Hal yang lebih memprihatinkan dialami oleh Toke ikan di Desa Ketapang Indah. Alamin yang memiliki sekitar 50 orang anggota, karena berita bangkai babi, sampai sekarang tidak ada lagi yang datang mengambil ikan.

Alamin sudah mencoba menjual sendiri ke pasar Rimo, tetapi hanya terjual Rp 30.000.  Bahkan ia mencoba membeli dari daerah lain, seperti Pulau Banyak dan Sinabang, akan tetapi tetap tidak laku juga.

Dalam waktu sebulan, Ia biasanya dapat menjual 10 ton ikan. Namun dalam bulan ini, 1 ton saja tidak laku sehingga ikan busuk dan dibuang. Akibatnya ia mengalami kerugian hampir mencapai Rp 50 juta.

"Dengan kondisi ini, warga para pedagang ikan berharap Pemerintah melalui instansi terkait agar memperhatikan nasib mereka supaya secepatnya persoalan ini diselesaikan. Sehingga tidak menggalami kerugian lebih besar lagi", harap mereka. (Ers)

a

TMMD

 

Related News