Kecewa, Masa Tuntut Janji Bupati Aceh Singkil

Senin, 02/12/2019 - 22:45
Warga transmigrasi berunjuk rasa didepan Kantor Bupati Aceh Singkil menuntut dikembalikannya lahan mereka yang dikuasai PT.Nafasindo.
Warga transmigrasi berunjuk rasa didepan Kantor Bupati Aceh Singkil menuntut dikembalikannya lahan mereka yang dikuasai PT.Nafasindo.

Klikwarta.com, Aceh Singkil - Merasa kecewa dengan kesepakatan yang telah beberapa kali dibuat, seratusan masyarakat transmigrasi, geruduk Kantor Bupati Aceh Singkil, Senin (2/12/2019).

Kedatangan mereka menuntut janji manis Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, dibawah Kepemimpinan Bupati Dulmusrid, terkait lahan transmigrasi yang diduga dikuasai PT. Nafasindo sejak puluhan tahun lalu.

Dalam aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati Aceh Singkil, masa menilai Bupati beserta pihak terkait jajarannya telah membohongi warga. "Karena, dari perjanjian yang telah dibuat sebelumnya secara bersama dengan masyarakat terkait permasalahan lahan ribuan lahan transmigrasi yang dikuasai PT.Nafasindo hingga kini tak kunjung selesai", teriak Burhan salah seorang pengunjuk rasa.

Masa dalam aksi membawa peta dan spanduk bertuliskan, "Kembalikan lahan transmigrasi yang dikuasai PT.Nafasindo sesuai peta transmigrasi".

Tudingan Bupati beserta pihak terkait jajaran Pemkab Aceh Singkil pendusta disampaikan masa, karena dalam beberapa kali perjanjian yang telah dibuat, tak kunjung selesai.

Begitu juga, dalam perjanjian yang dibuat dengan pihak Asisten, Kabag Hukum setdakab, dan Kadis Pertanahan Aceh Singkil dan pihak terkait lainnya, akan menyelesaikan administrasinya juga hanya bohong belakang, ucap Burhan.
Selanjutnya, masa mengancam apabila dalam aksi demo tersebut tidak ada jawaban yang jelas, mereka akan membentangkan tenda dan memasak di Kantor Bupati.

Hal senada dikatakan pengunjuk rasa lainnya, mengatakan, apabila Pemkab Aceh Singkil tidak menyelesaikan permasalahan lahan transmigrasi tersebut, akan mengangkat bambu runcing turun kelapangan melakukan pengukuran dengan cara mereka sendiri.

Menanggapi tuntutan pengunjuk rasa, pihak Pemkab Aceh Singkil, Asisten I Setdakab Aceh Singkil, Junaidi mengatakan, bahwa terkait permasalah lahan transmigrasi bukan wewenang penuh Bupati. Tapi, menyangkut hal itu harus ada keterlibatan pihak legislatif.

Dari pantauan wartawan, 3 pucuk pimpinan, Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda Aceh Singkil, tidak berada di tempat.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, ketiga pejabat teras tersebut sedang melakukan perjalanan dinas keluar daerah.(ESi)

a

TMMD

 

Related News