Cahaya di Balik Kakak

Rabu, 12/06/2024 - 18:08
FOTO/ARSIP Christofel Copa
FOTO/ARSIP Christofel Copa

Oleh : Christofel Copa mahasiswa Penerbitan (Jurnalistik) Politeknik Negeri Jakarta

Masa kecil saya penuh dengan kenangan manis yang melibatkan seorang figur penting dalam hidup saya yaitu kakak sepupu perempuan saya yang Bernama Emma. Tidak hanya menjadi pelindung di setiap perkelahian anak-anak, kak Emma juga berperan sebagai guru dan inspirator dalam setiap langkah kecil yang saya ambil. Saya ingat saat pertama kali belajar naik sepeda, Emma dengan sabar mendampingi saya, mengajarkan cara menjaga keseimbangan. Ia selalu memberi semangat ketika saya hampir menyerah. Tanpa lelah, kak Emma terus memegang belakang sepeda hingga saya benar-benar bisa melakukannya sendiri. Dukungan tanpa syaratnya itu mengajarkan saya tentang arti ketekunan dan keberanian menghadapi rasa takut.

Bukan hanya di momen kecil seperti itu, tapi juga dalam pelajaran hidup yang lebih besar, Kak Emma selalu hadir sebagai cahaya penuntun. Ketika saya mulai kesulitan dengan pelajaran matematika di sekolah dasar, Emma yang saat itu sudah duduk di bangku SMA, dengan sabar mengajari saya di setiap malam. Cara Emma menjelaskan rumus-rumus yang rumit menjadi terasa mudah dan menyenangkan. Ada satu kejadian yang sangat membekas dalam ingatan saya. Suatu hari, saat liburan sekolah, kami bermain di danau kecil dekat rumah nenek. Saya yang kala itu masih sangat kecil, tanpa sengaja terperosok ke dalam air yang lebih dalam dari yang saya kira. Panik dan mulai tenggelam, saya merasakan tangan kuat menarik saya ke atas. Itu kak Emma, yang tanpa ragu langsung melompat ke air untuk menyelamatkan saya. Dari kejadian itu, saya belajar tentang keberanian dan cinta yang tak terbatas dari seorang kakak sepupu.

Kak Emma bukan hanya menjadi pelindung, tetapi juga seorang teman sejati. Kami sering menghabiskan waktu bersama di taman belakang rumah nenek, berbicara tentang mimpi-mimpi kami. Nia selalu mendengarkan dengan penuh perhatian, memberikan nasihat yang bijak meskipun usianya tidak terlalu jauh di atas saya. Ia mengajarkan saya untuk bermimpi besar dan tidak pernah takut gagal. Peran Nia semakin besar saat saya memasuki masa remaja. Saat itu, saya sering merasa bingung dengan perubahan diri dan lingkungan sekitar. Kak Emma selalu hadir sebagai tempat curhat yang nyaman. Ia mengajari saya tentang pentingnya menjadi diri sendiri dan tidak terlalu memikirkan apa kata orang lain.  Sikap percaya dirinya menular kepada saya, membantu saya melewati masa-masa sulit.

Saya ingat saat Kak Emma diterima di universitas impiannya. Meskipun bangga, saya juga merasa sedih karena artinya ia akan tinggal jauh dari rumah. Namun, Emma selalu menyempatkan diri untuk menelepon dan bertanya tentang kabar saya. Dia selalu memastikan saya baik-baik saja dan menawarkan bantuan jika saya membutuhkan. Saat liburan, Kak Emma pulang dengan cerita-cerita menarik dari kampus. Ia berbagi ilmu baru yang didapatnya dan sering kali membawakan buku-buku yang menurutnya akan saya sukai. Dengan cara ini, Kak Emma membuka wawasan saya dan menumbuhkan kecintaan saya terhadap membaca dan belajar.

Ketika saya mulai memasuki dunia kuliah, Emma lagi-lagi menjadi mentor yang luar biasa. Ia membantu saya mempersiapkan segala sesuatunya, dari memilih jurusan hingga mengajarkan cara belajar yang efektif. Kak Emma juga sering memberi saya tips untuk mengatur waktu dan mengelola stres, berdasarkan pengalamannya sendiri. Kehadirannya membuat saya merasa lebih siap dan yakin menghadapi dunia perkuliahan. Selain akademis, Nia juga mengajarkan banyak hal tentang kehidupan sosial. Ia mengajarkan saya cara bergaul dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Nia selalu menekankan pentingnya empati dan menghormati perbedaan. Dari Emma, saya belajar bahwa hubungan antar manusia adalah hal yang sangat berharga dan perlu dijaga dengan baik.

Dia juga sangat peduli terhadap kesehatan dan kebugaran. Dia sering mengajak saya berolahraga bersama, mulai dari jogging di pagi hari hingga yoga di sore hari. Semangatnya dalam menjaga tubuh sehat menular kepada saya, membuat saya lebih sadar akan pentingnya gaya hidup sehat. Kreativitas Nia tidak pernah habis. Dia sangat mahir dalam melukis dan sering kali mengajari saya teknik-teknik dasar melukis. Bersama Kak Emma, saya belajar mengekspresikan diri melalui seni. Dia selalu mengingatkan saya bahwa seni adalah bentuk kebebasan dan setiap karya memiliki nilai tersendiri, tidak peduli seberapa sederhana pun.

Dalam urusan memasak,  Kak Emma juga tidak kalah hebat. Setiap akhir pekan, kami sering mencoba resep-resep baru di dapur nenek. Nia selalu memastikan bahwa saya ikut terlibat dalam setiap proses, dari memotong bahan hingga mencicipi hasil masakan. Momen-momen itu sangat berharga bagi saya, mengajarkan pentingnya kerjasama dan kehangatan keluarga. Ada satu hal yang selalu saya kagumi dari Emma, yaitu ketangguhannya menghadapi setiap tantangan. Ketika menghadapi kegagalan atau kesulitan, Nia tidak pernah menyerah. Ia selalu bangkit dan mencari solusi. Ketangguhan ini menginspirasi saya untuk selalu berusaha dan tidak mudah menyerah, apapun yang terjadi.

Kak Emma juga mengajarkan saya untuk selalu bersyukur atas apa yang dimiliki dan membantu orang lain. Kepeduliannya terhadap orang-orang di sekitarnya sangat menginspirasi saya untuk melakukan hal yang sama. Dari Kak Emma, saya belajar bahwa kebahagiaan sejati datang dari memberi dan berbagi. Hingga saat ini, hubungan kami tetap kuat meskipun sudah banyak perubahan dalam hidup kami masing-masing. Kami masih sering bertukar cerita dan mendukung satu sama lain dalam setiap langkah. Saya sangat bersyukur memiliki Emma dalam hidup saya.

Mungkin bagi sebagian orang, kakak sepupu hanyalah sekadar anggota keluarga. Namun, bagi saya, Nia adalah sosok yang sangat istimewa. Dia adalah teladan dan inspirasi dalam banyak aspek kehidupan. Kehadiran Nia mengajarkan saya bahwa hubungan keluarga adalah anugerah yang sangat berharga. Setiap kenangan bersama Nia adalah pelajaran hidup yang tak ternilai. Dari momen-momen sederhana hingga pengalaman besar, semuanya memberikan makna yang mendalam bagi saya. Saya berharap bisa menjadi figur yang berarti bagi orang lain, sebagaimana Emma bagi saya.

Akhir kata, saya ingin menyampaikan bahwa dalam hidup, kita semua membutuhkan seseorang seperti Kak Emma. Seseorang yang selalu ada, memberikan dukungan tanpa syarat, dan menginspirasi kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Saya sangat beruntung memiliki dia dalam hidup saya, dan saya akan selalu mengingat dan menghargai setiap pelajaran yang dia berikan.

Tags

Related News