Gegara Uang Rp 20 Ribu, Tega Habisi Teman Sendiri

Rabu, 03/01/2024 - 22:06
Wakapolres Demak Kompol Aldino Agus Anggoro didampingi Kasatreskrim AKP Winardi saat pers rilis kasus dugaan penganiayaan berujung maut di Barbershop Jan 37 Jalan Pemuda Demak
Wakapolres Demak Kompol Aldino Agus Anggoro didampingi Kasatreskrim AKP Winardi saat pers rilis kasus dugaan penganiayaan berujung maut di Barbershop Jan 37 Jalan Pemuda Demak

Klikwarta.com, Demak - Sempat kabur dan sembunyi di luar kota, komplotan pemuda bertato asal Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, berhasil diringkus Satreskrim Polres Demak. Mereka dijerat pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana dan atau 351 ayat (3) KUHPidana dengan hukuman selama-lamanya 12 tahun penjara, terkait dugaan tindak pengeroyokan atau penganiayaan hingga hilangnya nyawa korban.

Para tersangka yang belakangan diketahui sebagai teman nongkrong korban adalah S (20), N (22), I (27) dan A (19). Sedangkan korban yang tercatat sebagai karyawan Barbershop Jan 37 Jalan Pemuda Demak, bernama MAN (22), juga warga Morodemak Bonang.

Saat pers rilis, Waka Polres Demak Kompol Aldino Agus Anggoro mengungkapkan, korban dan kawanan pelaku saling kenal. Berdasar hasil penyidikan, pada malam kejadian yakni Sabtu (30/12/2023) sekitar pukul 21.00 WIB, korban didatangi keempat pelaku. Mereka menuduh MA  telah mengambil dua bungkus rokok salah satu pelaku berikut uang Rp 20 ribu.

"Korban awalnya menolak tuduhan itu. Namun karena kalah jumlah dan terus didesak, akhirnya korban beritikad baik membayar Rp 40 ribu kepada pelaku. Menggunakan uang tersebut, mereka pun pergi membeli minuman keras, serta kembali ke Barbershop Jan 37 Jalan Pemuda dan lanjut menghabiskan menuman beralkohol itu di lokasi tersebut hingga dini hari," terang Wakapolres Aldino, didampingi Kasat Reskrim AKP Winardi, Rabu (03/01/2024).

Pada Minggu (31/12/2023) pukul 02.00 WIB, para pelaku kembali mengungkit permasalahan hutang-piutang senilai Rp 20 ribu hingga berujung penganiayaan pada korban. Mereka menendang dada dan memukul kepala korban hingga tidak sadarkan diri.

"Melihat kondisi korban yang lemas, para pelaku  kemudian membawa korban ke Alun-alun Simpang Enam Demak dengan tujuan untuk diangin-anginkan agar korban bisa sadar kembali. Namun Ter yata korban tetap tak sadarkan diri, hingga mereka membawa kembali korban ke tempat kerjanya, dan memposisikan korban duduk di kursi keramas," urai Wakapolres Aldino.

Saat menyadari korban tak lagi bergerak, pelaku I dan A kemudian mengecek nadi korban di bagian leher. Ketika didapati korban sudah meninggal dunia, komplotan anak punk itu pun kabur dan bersembunyi di tempat yang berbeda.

Berkat keterangan sejumlah saksi, ciri-ciri para pelaku diketahui. Akhirnya tak butuh waktu lama, jajaran Satreskrim Polres Demak berhasil menangkap salah satu tersangka, serta lanjut mengkelernya untuk menemukan tiga tersangka lainnya. Pewarta Sari Jati.

Kontributor : Arif

Related News