Mengenal Arti Cinta dari Kejauhan

Rabu, 12/06/2024 - 18:56
illustrasi pasangan yang bersama melalui berbagai permasalahan (foto:pixabay)
illustrasi pasangan yang bersama melalui berbagai permasalahan (foto:pixabay)

Oleh: Rendy Yansah (Politeknik Negeri Jakarta, Jurnalistik)

Menyadari dan menemukan keberadaan cinta perlu adanya kesadaran dari diri sendiri. Kesadaran yang membuat kita paham apa Yang Kita rasakan. Biasanya perasaan itu bisa dirasakan jika Kita sering bertemu secara intens. Perjumpaan yang terus memupuk layaknya bibit yang tumbuh menjadi bunga yang mekar. Namun, Aku baru menyadari bahwa cinta bisa dirasakan meski dari kejauhan. Jarak yang sangat jauh tapi perasaan terasa begitu dekat. Aneh rasanya tapi itu yang aku rasakan.

Cinta bisa didapatkan dari siapa saja. Bisa dari orang tua, saudara, sahabat dan pasangan. Setiap cinta yang aku rasakan dengan seseorang baik itu sahabat, pasangan atau keluarga tentu berbeda-beda. Perbedaan itu bisa dilihat dari tolak ukur dan penyikapan yang aku lakukan sesuai dengan siapa orang yang Ada di depanku. Tapi jika konteksnya adalah cinta terhadap pasangan, aku baru merasakan cinta yang unik yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Cinta yang lebih menyentuh dan terasa membuat diriku jadi belajar dari sesuatu.

Sebelumnya aku mengenal cinta dari dekat. Hari demi hari yang ku habiskan berdua, Keseruan-keseruan yang dirasakan Bersama, perhatian dan kasih sayang diungkapkan secara langsung sedikit demi sedikit memperjelas arti dari keberadaan sebuah cinta. Namun, awalnya diriku merasa sulit menerima dan hampir menyerah karena kami terpaksa dipisahkan oleh jarak. Penyebab antara diriku dan dirinya terpisahkan oleh jarak adalah karena takdir dan nasib kita berbeda.

Jarak yang jauh harus ku hadapi karena takdir atau nasib yang tidak bisa di ditebak atau prediksi. Hal ini membuatku terpaksa untuk menerima. Dirinya harus pergi ke pulau Sumatra untuk menuntut ilmu. Sementara diriku masih tetap berada ditempat yang sama sambil menjalani hal yang dia lakukan juga. Sebelum berpisah, Aku terus Terang kepadanya membayangkan jika harus menjalin hubungan dari jarak yang jauh rasanya takkan sanggup. Dalam hal ini orang-orang menyebutnya hubungan LDR (Long Distance Relationship). Namun ia meyakinkanku untuk mencoba menjalaninya dulu.

Awalnya aku dan dirinya setiap malam terus bertukar canda tawa dan cerita. melalui layar genggam Aku dan dirinya mencurahkan segala perasaan yang dirasakan. Semua itu kita lakukan untuk melepas rindu. Pada enam bulan pertama kami masih melakukan itu semua. Tapi setelah enam bulan berikutnya Aku dan dirinya mulai tersandung batu-batu kecil. Perlahan-lahan kami mulai cekcok bertengkar. Dirinya mulai sibuk dengan kesibukannya. Sementara diriku masih ingin terus bersama dirinya. Muncul sebuah ego di diriku. Aku dan dirinya bertengkar dan perlahan-lahan jarang menghabiskan bersama.

Mulai dari situ Aku dan dirinya tak seperti dulu lagi. Rasanya hubungan ini Sudah di ujung tanduk. Semakin hari ku memikirkan kenangan-kenangan Indah bersamanya Muncul di kepala ku. Aku ingin memperbaiki semuanya. Aku mulai mengurungkan egoku. Aku berbicara empat mata dengan ya melalui telepon genggam. Aku meminta maaf atas keegoisan diriku yang tidak bisa mengerti akan dirinya. Akhirnya kami coba memperbaiki komunikasi dan hubungan ini. Aku tahu masalah ini hanyalah segelintir masalah yang akan aku hadapi. Tapi aku yakin jika bersama dirinya bisa melewati semuanya.

Waktu aku dan dirinya Memang tak intens dulu. Tapi Kita sama-sama mengerti akan kesibukan masing-masing. Waktu yang digunakan untuk menghabiskan kebersamaan atau we time biasanya pada saat weekend. Kami melakukan hal-hal yang bisa dilakukan bersama. Seperti nonton film bersama dan bermain game bersama.

Seiring berjalannya waktu Aku dan dirinya Sudah mulai terbiasa dengan keadaan ini. Bertengkar atau bercekcok sudah jadi hal yang biasa. Tapi masalah dirinya pergi jika keluar rumah terkadang mengundang kecemburuanku. Meski dirinya sudah izin dan bilang kepadaku, Rasa kecurigaan ada saja muncul di benakku. Bukannya tidak percaya, tapi banyak aku lihat dan dengar hubungan jarak jauh kandas oleh orang ketiga. Yang membuat ku curiga dirinya sering keluar mengerjakan kelompok. Meski Ada beberapa teman sejenis, tapi disana ada beberapa pria yang membuatku berpikir negatif.

Yang merasakan hal itu bukan hanya diriku, dirinya juga sesekali curiga pada saat Aku keluar rumah. Aku tau memang untuk hubungan ini perlu adanya Rasa saling percaya. Aku dan dirinya memutuskan untuk komitmen dan saling percaya satu sama lain. Jika tidak mencoba percaya penuh Kita tidak akan tahu dan bisa melewatinya bersama. Semua harus diawali dengan kepercayaan.

Banyak yang kupelajari dari hubungan ini. Selain percaya satu sama lain, Kunci untuk menjalani hubungan ini adalah komunikasi yang terus dijaga. Jika tidak dijaga maka akan terjadi kesalahpahaman. Masa-masa sulit seperti ini harus dilalui bersama. Seperti layaknya mengendarai sampan harus bisa bekerja sama melalui sungai yang deras. Tanpa kekompakan maka perahu sampan tidak akan pernah sampai tujuan.

Aku berharap semua hubungan yang kulalui bisa berakhir Indah pada waktunya. Meski saat ini merasakan kesulitan dan perjuangan, di suatu saat nanti Aku percaya, Aku dan dirinya bisa bersama Tanpa terhalang oleh jarak dan waktu. Melalui jalan yang Kami pilih masing-masing, moment ini bisa jadi cerita Kita nanti bahwa kami Berhasil menaklukan jarak bersama.

Melalui hubungan ini juga Aku dan dirinya banyak belajar sesuatu. Mulai dari masalah yang kita hadapi sampai solusi yang Kita cari bersama-sama. Aku belajar banyak tentang hubungan yang dipisahkan oleh jarak ini. Cinta ternyata bisa membuat kita belajar untuk menemukan kedewasaan diri. Melalui pengalaman ini Aku menemukan arti cinta yang kutemukan dari jarak yang memisahkan Aku dan dirinya.

Tags

Related News