Pembangunan Drainase Ini Diduga Tidak Tepat Sasaran

Minggu, 07/07/2024 - 14:47
Pembenahan drainase di lokasi BTN Pabean Kencana (RSS)
Pembenahan drainase di lokasi BTN Pabean Kencana (RSS)

Klikwarta.com, Indramayu - Dalam menangani masalah banjir yang kerap terjadi di desa Pabean Udik Kabupaten Indramayu, khususnya di perumahan BTN Pabean Kencana (RSS) disaat musim penghujan, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Indramayu melakukan kegiatan pembenahan drainase di lokasi BTN Pabean Kencana.

Kegiatan pembenahan drainase di lokasi BTN Pabean Kencana (RSS) ini sedang dikerjakan oleh CV Rhaka Wijaya yang menelan anggaran sebesar RP. 448.535.048.00. Akan tetapi diduga pekerjaan tersebut tidak tepat sasaran.

Menurut warga sekitar, Slamet menjelaskan kepada awak media untuk tujuan pihak Dinas terkait sudah bagus, akan tetapi lokasi pekerjaan tidak tepat sasaran dikarenakan di lokasi yang dikerjakan tersebut bukan titik banjir saat penghujan.

"Tujuannya sih bener, solokan dibenahi supaya tidak banjir lagi kalau hujan tapi kok bukan di lokasi yang rawan banjir tapi di lokasi yang tidak tepat", ujar Slamet.

Pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Rhaka Wijaya tersebut sudah dimulai dikerjakan sejak hari Minggu (30/06/2024).

Samsul Ma'arif selaku Kuwu Desa Pabean Udik saat dikonfirmasi oleh media lewat sambungan Whatsapps, dirinya tidak mau memberikan penjelasan terkait diduga lokasi pekerjaan tersebut tidak tepat sasaran.

"Langsung saja dengan pelaksananya, kan SDH ada dipapan proyek pelaksana kegiatan dari CV mana", ujar Samsul.

Terkait hal ini, awak media sudah beberapa hari ingin mengkonfirmasi dengan pihak CV Rhaka Wijaya, namun di lokasi hanya pekerja saja yang ada, petugas lapangan yang seharusnya selalu ada di lokasi pekerjaan tidak ada.

Sementara dari pihak Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan juga belum ada penjelasan. Beberapa kali awak media ke kantor dinas selalu diberitahukan oleh pihak security bahwasannya pihak terkait sedang tidak ada di kantor.

Pewarta: Wira Hadiyono

Related News