Perjuangan Ayah di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 09/05/2020 - 03:07
foto: Pinterest
foto: Pinterest

Ayah merupakan seorang kepala keluarga yang melindungi, menjaga anak dan keluarganya. Begitupun ayahku bagiku beliau merupakan sosok terhebat yang ada di dalam hidupku dan menjadi pahlawanku. Aku terlahir sebagai anak perempuan satu–satunya dari tiga bersaudara membuat ayahku lebih protektif menjaga dan melindungiku, ia tak mau aku merasa kekurangan dalam segala hal maka dari itu ia bekerja keras hingga tak kenal lelah mulai dari matahari terbit hingga terbenam demi  mencukupi kebutuhan keluarga.

Saat sedang terjadi pandemi Covid -19 seperti inipun ayahku tetap harus bekerja, walaupun sudah diadakan aturan WFH (work from home) dari pemerintah, pekerjaannya mengharuskan ayahku tetap datang ke kantor. Ya, ayahku saat ini ditugaskan dibagian logistik kebutuhan pangan bagi para dokter dan perawat yang menanggulangi Covid-19.

Perasaan was-was setiap kali ayahku berangkat hingga pulang kerja mengahantui pikiranku, bagaimana tidak beliau termasuk berada digaris depan seperti para dokter dan perawat. Walaupun ia tidak menangani pasien Covid-19, tetapi tetap saja perasaan takut akan virus tersebut terbawa oleh orang lain membuatku sangat takut. Setiap hari aku selalu berdoa agar ayahku dijauhkan dari virus dan penyakit.

Perbedaan sangat terasa saat ayahku tiba dirumah biasanya aku dan adikku berhambur untuk menyambut ayahku dan berebut mencium tangannya, tetapi kali ini berbeda adanya pandemi Covid-19 membuat ayahku disterilkan terlebih dahulu sebelum bertemu denganku,  mamaku, dan adikku yaitu ayahku tidak boleh menyentuh apapun dan bergegas mandi untuk membersihkan dari kuman yang ada diluar.

Hal tersebut dilakukan supaya virus corona tidak bertebaran di rumah dan bisa menginfeksi anggota keluarga, tetapi mandi malam hari secara terus menerus setiap hari ditambah dengan usia yang tak muda lagi kurang bagus untuk kesehatannya. Walaupun begitu ayahku tetap bersemangat untuk mencari nafkah di tengah pandemi yang terjadi.

Sebagai seorang anak terkadang aku berpikir ingin sekali cepat lulus kuliah agar ayahku tidak usah bekerja lagi, cukup duduk dan menikmati hari tuanya dengan bahagia serta melihat anak-anaknya menjadi orang sukses dan berhasil. Doakan aku ya semoga aku berhasil membuat orang tuaku bangga dan bahagia, kalian juga harus menyayangi orang tua kalian selagi masih ada.

Penulis : Cherryn Lagustya/Politeknik Negeri Jakarta

Related News

Loading...

pers

loading...