Mengembalikan Dunia Kartun pada Anak-Anak

Senin, 01/07/2024 - 09:22
(Sumber : iStock)
(Sumber : iStock)

Oleh : Deskinanti Branita Sandini

Kemajuan teknologi digital saat ini memberikan dampak besar terhadap kemudahan anak- anak usia dini dalam mengakses berbagai tontonan, baik melalui televisi maupun platform media sosial seperti Youtube. Apa yang ditonton oleh anak-anak pada masa sekarang dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tahapan perkembangan mereka.

Tontonan tak lagi memandang usia atau jenis kelamin. Bahkan, anak-anak balita pun kini sudah diperbolehkan untuk memakai gadget, dimana zaman dulu mungkin hal itu belum lazim. Ironisnya, beberapa anak usia lima tahun ke atas terkadang terlihat berperilaku seperti orang dewasa, dari cara berbicara hingga gaya berpakaian mereka.

Tidak jarang saya mendengarkan anak-anak sekitar usia 5 tahun meneriakkan kata-kata kasar saat bercanda dengan temannya. Sangat tidak etis untuk di dengar. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: di mana peran orang tua dalam mengarahkan anak-anak mereka? Bagaimana anak-anak bisa sampai mengeluarkan kata-kata kasar pada usia yang seharusnya masih polos dan murni? Apakah tontonan yang mereka saksikan memiliki pengaruh besar dalam pembentukan perilaku mereka?

Seringkali kita melihat anak-anak terpapar pada sinetron yang penuh intrik percintaan dan dramatisasi yang mungkin tidak sesuai untuk usia mereka. Pertanyaannya, mengapa kita tidak mengarahkan mereka pada tontonan yang lebih cocok seperti kartun-kartun masa lalu?

Di masa kecil saya, saya sendiri sangat menikmati menonton saluran TV yang bernama "Spacetoon". Namun, sekarang tampaknya tontonan semacam itu semakin jarang. Anak-anak sekarang lebih banyak terpapar pada sinetron, film adzab, dan gosip selebritis. Beberapa dari tontonan ini bahkan mengandung unsur gaya bicara yang kasar, kekerasan atau seksual, yang jelas tidak sesuai untuk perkembangan mental anak-anak.

Sebagai solusi, mengembalikan dunia kartun pada anak-anak bisa menjadi langkah yang bijak. Kartun-kartun seperti Spongebob, Starwberry Shortcake, Rudy and The Chalkzone, dan Thomas and Friends bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai positif seperti persahabatan, kebaikan, dan kejujuran. Mengapa kita tidak mempromosikan lebih banyak tayangan seperti ini di televisi?

Pendidikan anak-anak sejak dini melalui tontonan yang tepat bisa membentuk karakter mereka secara positif. Orang tua, pihak penyiar, dan pembuat kebijakan perlu berkolaborasi untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan akses pada konten yang mendidik dan menghibur secara seimbang.

Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak

Dalam hal ini, orang tua memiliki peranan penting terhadap cara mendidik anak. Seorang anak tidak bisa dibiarkan begitu saja dalam menerima informasi dari apa yang mereka lihat dan dengar. Anak-anak memiliki ranahnya sendiri dalam perkembangannya sehingga dalam masa

pertumbuhannya, orang tua bisa menanamkan aspek penting dalam kehidupan yang harus diperkenalkan sejak dini, seperti halnya etika terhadap sesame.

Melihat dari gaya bicara anak zaman sekarang yang cenderung kasar. Orang tua seharusnya bisa melihat kecenderungan dari hal tesebut, apakah anak-anak mereka terlalu banyak menonton film sinetron sehingga mereka menirukan gaya bicara yang kasar tersebut.

Orang tua harus membatasi penggunaan gadget pada anak usia dini. Teori mengatakan bahwa anak usia dini adalah peniru ulung yang berarti tontonan yang dilihat akan sangat berbahaya bila isi atau konten tidak sesuai kodrat anak. Seperti konten kekerasan, pornografi, percintaan dan hal negatif lainnya. Konten tersebut mengandung adegan kekerasan atau perilaku negatif yang secara tidak langsung akan ditiru oleh anak.

Kenalkan anak-anak pada tontonan yang sesuai dengan usianya. Mengembalikan dunia kartun pada anak-anak bisa menjadi langkah yang bijak. Kartun-kartun seperti Spongebob, Strawberry Shortcake, Chalkzone, dan Thomas and Friends bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai positif seperti persahabatan, kebaikan, dan kejujuran.

Pendidikan anak-anak sejak dini melalui tontonan yang tepat bisa membentuk karakter mereka secara positif. Tidak hanya orang tua, tetapi pihak penyiar, dan pembuat kebijakan perlu membuat cara yang efektif untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan akses pada konten yang mendidik dan menghibur secara seimbang sekaligus sesuai pada usia seharusnya.

Related News