Moderasi Beragama Modal Utama Jaga Keutuhan Bangsa

Selasa, 28/06/2022 - 16:10
ilustrasi
ilustrasi

Oleh : Pandu Wijaya Kusuma*)

Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan memiliki keragaman latar belakang agama. Untuk menjaga keutuhan bangsa, maka penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari merupakan sebuah keharusan.

Penulis menyadari bahwa bukan suatu hal yang mudah dalam menyatukan berbagai macam pikiran, sehingga perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak terkait untuk dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjaga persatuan bangsa.

Ishak selaku Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Mempawah mengatakan bahwa penguatan moderasi beragama merupakan salah satu dari tujuh program prioritas Kementerian Agama. Pertama, penguatan moderasi beragama. Kedua, transformasi digital. Ketiga, tahun toleransi beragama tahun 2022. Keempat, revitalisasi KUA. Kelima, religiosity indek. Keenam, kemandirian pesantren. Ketujuh, cyber Islamic University.

Senada dengan penulis, Ishak juga menjelaskan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan moderasi beragama, kita menjadi paham dan menyadari perbedaan adalah ketentuan Tuhan. Kemudian keanekaragaman adalah fitrah bangsa.

Menurut penulis, moderasi beragama merupakan sikap dan cara pandang beragama secara moderat yang tidak berlebihan. Tidak ekstrim kiri dan ekstrim kanan, mengambil posisi ditengah-tengah, Islam mengajarkan jalan tengah. Moderasi beragama tidak pernah menggunakan istilah musuh, lawan, perangi, atau singkirkan terhadap siapapun yang dinilai berlebihan dan melampaui batas dalam beragama.

Selain itu, bukan hanya karena hakikat moderasi itu adalah mengajak dan merangkul mereka yang dianggap ekstrem itu ke tengah untuk lebih adil dan berimbang, tetapi juga karena beragama tidak mengenal permusuhan dan perseteruan, melainkan bimbingan dan pengayoman terhadap mereka yang ekstrem sekalipun.

Oleh karena itu, muncul harapan bahwa sikap moderat dapat menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menjaga keutuhan, sekaligus kebhinekaan Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam menerapkan moderasi beragama, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi terus berkolaborasi dengan semua pihak, khususnya dengan para tokoh agama dan masyarakat agar memiliki satu pemahaman yang sama.

Oleh karena itu, penulis mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bangkit bersama dalam membangun Indonesia yang lebih baik, khususnya pasca pandemi yang banyak memberikan dampak bagi masyarakat. Dengan moderasi beragama, dapat menjadi modal utama untuk menjaga keutuhan bangsa.

*Penulis adalah kontributor Paramadina Institute

Related News