Terkait Skandal Docking Kapal, Unit Tipidkor Polres Bitung Periksa Sejumlah Staf PD Bangun Bitung

Sabtu, 25/03/2023 - 16:19
Oknum SEM diikuti Kanit Tipidkor saat keluar dari ruang pemeriksaan
Oknum SEM diikuti Kanit Tipidkor saat keluar dari ruang pemeriksaan

Bitung, Klikwarta.com - Unit Tipidkor Polres Bitung dalam hal ini Kanit Tipidkor Polres Bitung, Ipda Hevry Samson melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pegawai PD. Bangun Bitung. Jumat,(24/3/23).

Pemeriksaan secara maraton yang di lakukan oleh Kanit Tipidkor, Ipda Hevry Samson terhadap sejumlah oknum pegawai PD Bangun Bitung di mulai sejak pukul 09:00 WITA hingga pukul 15:45 WITA.

Adapun pemeriksaan tersebut terkait dengan dugaan skandal docking kapal tahun 2021 yang berbanrol senilai 2 M lebih.

Terpantau oleh sejumlah wartawan, yang terakhir keluar dari ruang unit Tipidkor usai menjalani pemeriksaan yaitu oknum berinisial SEM yang merupakan salah satu mantan kepala bagian di PD. Bangun Bitung. Dan saat di konfirmasi oleh sejumlah wartawan, okum SEM saat keluar dari ruang pemeriksaan mengatakan bahwa pemeriksaan yang ia jalani yaitu terkait dengan docking kapal KMP Tude dan yang sudah menjalani pemeriksaan ada lima orang pegawai PD Bangun.

"Tentang docking kapal dan sudah lima orang yang di sudah periksa untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan saja kepada penyidik," pungkasnya dengan singkat.

Terkait dengan hal tersebut, Direktur PD. Bangun Bitung, Rizal Lumombo saat di konfirmasi oleh salah seorang wartawan melalui WhatsApp telepon dengan menggunakan spiker handphone mengatakan bahwa dirinya belum bisa memberikan keterangan.

"saya baru tahu nanti akan saya tanyakan hal ini kepada mereka yang sudah menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Sementara itu, informasi dari salah satu sumber yang memintanya namanya untuk di rahasiakan mengungkapkan bahwa skandal docking kapal tersebut terjadi di tahun 2021, saat awal pembentukan PD. Bangun Bitung yang di mana menggunakan perusahaan yang berbeda.

"Pengerjaan docking KMP Tude ini di kerjakan oleh dua perusahaan, di mana PT. KK mengerjakan bodi kapal senilai 1.2 M dan untuk pengerjaan mesin dan penunjang lainnya di kerjakan oleh PT.MK yang di totalnya senilai 2 M Lebih. Selain itu pekerjaan ini diduga tidak melalui proses lelang, melainkan hanya penunjukan langsung oleh tingkatan direksi," ungkapnya. 

Kontributor: Laode

Related News