Tim SFQR TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ballpress di Nunukan

Minggu, 26/05/2024 - 15:30
Lanal Nunukan gelar konferensi pers terkait penyelundupan ballpress
Lanal Nunukan gelar konferensi pers terkait penyelundupan ballpress

Klikwarta.com, Nunukan - Tim Second Fleet Quick Respon (SFQR) TNI Angkatan Laut (TNI AL) dari jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Ballpress curah dengan modus baru di Perairan Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (25/05) kemarin.

Proses penggagalan penyelundupan Ballpress ini diawali saat Tim SFQR Lanal Nunukan melaksanakan pemeriksaan kepada sebuah kapal yakni KM Cahaya Yamaker yang diduga memuat sembako dari Malaysia saat sedang melaksanakan patroli rutin di wilayah Perairan Nunukan. 

.

Selanjutnya kapal beserta 2 Anak Buah Kapal (ABK) tersebut dibawa ke dermaga terdekat guna dilaksanakan pembongkaran, pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pedalaman sementara terhadap dua orang Anak Buah Kapal (ABK), didapatkan informasi bahwa puluhan karung tersebut dititipkan untuk dimuat tanpa diketahui pemilik dari muatan.

Dari hasil pemeriksaan, Tim SFQR mendapatkan paket kardus berisi baju dan sepatu bekas berbagai merk ternama dengan kualitas ballpress grade sortir (sepatu branded dengan kondisi fisik diatas 70%). Paket tersebut terdiri dari 42 karung baju bekas layak pakai dikemas dan dipress ke dalam karung plastik warna hitam dan 8 karung sepatu bekas layak pakai grade A dikemas ke dalam karung putih ukuran sedang sebanyak 8 karung.

Selanjutnya tim SFQR Lanal Nunukan melaksanakan tindak lanjut dengan membawa dan mengamankan barang bukti di Mako Lanal Nunukan untuk selanjutnya dilaksanakan pengembangan kasus. Setelah itu barang bukti ballpress curah tersebut diserahkan kepada pihak Bea Cukai Nunukan untuk proses lebih lanjut.  

.

Hasil penindakan ini tentunya tidak lepas dari Kegiatan upaya penggagalan penyelundupan ballpress ini merupakan bentuk implementasi pelaksanaan perintah Presiden Joko Widodo bahwa thrifting berupa impor pakaian bekas adalah hal yang tidak diperbolehkan/dilarang.

Dalam sejumlah kesempatan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa, seluruh jajaran TNI AL untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasi dalam merespon cepat informasi yang diterima, melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait terlebih dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan. 

(Kontributor : Arif)

Related News