Presiden Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta jajaran Kabinet Merah Putih, menyaksikan pesta rakyat dan karnaval kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Monas, Jakarta, Senin (17/8/2026)
Klikwarta.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membuka rangkaian Malam Merdeka di kawasan Monas sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk memaknai perjalanan bangsa di HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Karnaval kendaraan hias yang mengawali rangkaian acara menunjukkan karya kreatif, keragaman budaya Nusantara, serta semangat persatuan.
Dimulai pukul 18.50 WIB, Senin (17/8), rangkaian 32 kendaraan hias beriringan dari Monas menuju kawasan Bundaran HI. Tampak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendampingi Presiden Prabowo di tribun utama menyaksikan deretan kendaraan hias hasil kreasi kementerian/lembaga yang membawa pesan dan representasi berbagai program pemerintah, khususnya program prioritas nasional.
Rangkaian Malam Merdeka dirancang untuk menghadirkan ruang kebersamaan tanpa sekat melalui kolaborasi lintas lembaga. Selain mempererat hubungan antarmasyarakat, keterlibatan pelaku kreatif dalam kegiatan ini turut membuka ruang bagi perputaran ekonomi rakyat melalui karya, produk, dan jasa kreatif yang terlibat di dalamnya.
Sedikitnya 3.000 pelaku kreatif dari berbagai subsektor ekonomi kreatif terlibat dalam proses penyelenggaraan karnaval. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan sekaligus memberikan ruang bagi talenta dari berbagai daerah untuk mengambil bagian dalam momen penting bangsa.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengatakan makna kemerdekaan tahun ini perlu ditempatkan dalam semangat kepedulian terhadap sesama. Menurut Teuku Riefky, seluruh rangkaian kegiatan juga dilaksanakan dengan memperhatikan situasi kebangsaan serta kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi ruang untuk mengingat perjalanan bangsa, menguatkan kebersamaan, serta menyampaikan pesan bahwa Indonesia adalah satu. Menjadi bagian dari cara pemerintah memaknai kemerdekaan melalui solidaritas dan rasa senasib sebagai satu bangsa. Semangat keberpihakan terhadap karya anak bangsa juga diwujudkan melalui penggunaan produk lokal oleh seluruh peserta karnaval, dari busana hingga berbagai elemen pendukung,” ujar Teuku Riefky.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan bangga menggunakan produk dalam negeri, baik melalui penggunaan produk secara langsung maupun pemanfaatan kekayaan intelektual (_intellectual property_/IP) lokal. Wamen Ekraf, Irene Umar, mengatakan keterlibatan jenama dan IP lokal dalam karnaval menjadi upaya untuk memperluas ruang tumbuh bagi para kreator Indonesia.
“Karnaval ini turut merangkul berbagai jenama serta IP lokal, mulai dari yang sudah legendaris hingga karya-karya baru. Harapannya, seluruh kreator Indonesia dapat tumbuh dan sukses bersama-sama,” ujar Irene.
Salah seorang wisatawan asing asal Madagaskar, Tetamo, mengungkapkan ragam budaya yang diperlihatkan dalam kendaraan hias menjadi keunikan tersendiri. Keramahtamahan yang ditampilkan oleh masyarakat Indonesia menjadi daya tarik untuk ikut memaknai Hari Kemerdekaan RI ke-81.
“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan hari kemerdekaan kepada semua orang. Saya juga sangat antusias orang-orang di sini sangat baik dan ramah kepada saya. Mereka tersenyum dan menyambut saya dengan hangat. Hal yang paling menarik perhatian saya adalah pakaian atau kostum tradisionalnya, saya sangat menyukai kostum-kostum tersebut, terutama orang-orang yang mengenakan pakaian yang sangat unik, termasuk dari Papua, itu sungguh luar biasa. Saya sangat menyukainya,” ujar Tetamo. (**)








