Kemendikdasmen Perkuat Apresiasi Talenta Berprestasi, 79 Murid Indonesia Dikirim ke Ajang Internasional

Sabtu, 05/09/2026 - 11:15
Kemendikdasmen terus mengapresiasi dan membina talenta berprestasi Indonesia hingga ke ajang internasional.

Kemendikdasmen terus mengapresiasi dan membina talenta berprestasi Indonesia hingga ke ajang internasional.

Klikwarta.com, Jakarta - Prestasi murid Indonesia tidak berhenti pada medali dan penghargaan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmen untuk memastikan para talenta berprestasi mendapat pembinaan berkelanjutan hingga memiliki kesempatan berkompetisi di tingkat internasional dan melanjutkan pendidikan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari implementasi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid, yang menempatkan apresiasi sebagai salah satu tahapan penting dalam pengelolaan talenta setelah proses identifikasi, pengembangan, dan aktualisasi.

Melalui skema tersebut, prestasi yang diraih murid tidak berhenti sebagai sebuah capaian, tetapi menjadi pintu masuk bagi pengembangan talenta secara berkelanjutan.

Apresiasi diberikan kepada para juara dalam berbagai ajang nasional yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN). Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras, daya juang, dan prestasi murid dalam berbagai ajang talenta.

“Kami terus berusaha mendukung dan mengapresiasi prestasi anak bangsa. Mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti di Jakarta, Jumat (4/9).

79 Murid Dikirim ke Ajang Internasional

Dukungan Kemendikdasmen terhadap talenta berprestasi tidak hanya diwujudkan melalui pemberian penghargaan. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dengan mempersiapkan dan mengirim murid berprestasi untuk berkompetisi di tingkat internasional.

Pada 2026, sebanyak 420 juara ajang nasional dibina oleh Puspresnas bersama mitra sebagai persiapan mengikuti berbagai ajang internasional.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 murid dikirim sebagai delegasi Indonesia ke berbagai kompetisi internasional sepanjang 2026. Para delegasi yang telah berkompetisi berhasil meraih 47 penghargaan internasional, terdiri atas tujuh medali emas, 17 perak, 23 perunggu, dan lima honorable mention.

Abdul Mu’ti mengatakan Kemendikdasmen terus berupaya mencari skema pendanaan agar dukungan terhadap talenta berprestasi dapat diperkuat.

“Kami sedang mencari skema supaya anggarannya dapat digunakan dari sumber-sumber lain sehingga anggaran hadiahnya dapat ditambah,” terang Abdul Mu’ti.

Meski demikian, Mendikdasmen mengimbau masyarakat agar tidak melihat penghargaan semata-mata dari besaran hadiah yang diberikan. Menurutnya, para juara juga memperoleh dukungan untuk pengembangan talenta secara berkelanjutan.

Pembinaan Tak Berhenti di Tingkat Nasional

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menegaskan bahwa apresiasi dan pembinaan bagi para peraih prestasi tidak berhenti pada pemberian hadiah maupun dana pembinaan.

Puspresnas terus membina para talenta berprestasi agar memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai ajang internasional.

“Prestasi di tingkat nasional bukanlah akhir dari proses pembinaan. Kami terus mendampingi para talenta berprestasi agar dapat berkembang dan memiliki kesempatan lebih luas lagi,” ucap Irene.

Dukungan jangka panjang juga diberikan melalui kesempatan melanjutkan pendidikan. Salah satunya melalui Beasiswa Talenta Indonesia, hasil kolaborasi Puspresnas dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Melalui program tersebut, para talenta berprestasi mendapatkan pendanaan pendidikan untuk jenjang S1/D4, baik di dalam maupun luar negeri.

Pada tahun ini, telah diumumkan 174 calon penerima Beasiswa Talenta Indonesia jenjang S1, yang terdiri atas 171 calon penerima beasiswa dalam negeri dan tiga calon penerima beasiswa luar negeri. Mereka merupakan pemenang berbagai ajang yang difasilitasi Puspresnas, termasuk OSN.

OSN Bukan Sekadar Medali

Irene menekankan bahwa keberhasilan dalam ajang talenta tidak semata-mata diukur dari medali atau posisi juara. Proses mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan kapasitas murid.

“OSN bukan semata-mata tentang medali atau menjadi juara. Proses mengikuti kompetisi menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, sportivitas, daya juang, dan mental sebagai generasi unggul Indonesia,” tutur Irene.

Kemendikdasmen berkomitmen memastikan setiap murid memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi melalui proses yang adil, transparan, dan berintegritas.

Pembinaan talenta diarahkan agar prestasi yang diraih murid saat ini dapat membuka kesempatan yang lebih luas untuk pengembangan diri maupun pendidikan pada jenjang berikutnya.

“Kami mengapresiasi perhatian dan masukan yang disampaikan masyarakat. Partisipasi publik merupakan bagian penting dalam upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan ajang talenta yang berpihak pada murid, sejalan dengan semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua,” pungkas Irene. (*)

Berita Terkait