Kepala DPMPTSP Kota Tanjungpinang, Adi Firmansyah
Klikwarta.com, Tanjungpinang - Realisasi investasi di Kota Tanjungpinang menunjukkan tren positif pada Semester I 2026. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem OSS Berbasis Risiko (OSS-RBA), nilai investasi sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai Rp470,601 miliar, naik 4,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp452,067 miliar.
Dengan capaian tersebut, realisasi investasi meningkat sekitar Rp18,534 miliar secara tahunan (year on year). Hingga akhir Semester I, realisasi investasi juga telah mencapai sekitar 70 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp675 miliar.
Kepala DPMPTSP Kota Tanjungpinang, Adi Firmansyah, mengatakan peningkatan realisasi investasi merupakan hasil berbagai upaya pemerintah kota dalam menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.
"Berbagai langkah terus kami lakukan, mulai dari penyederhanaan perizinan melalui OSS-RBA, pendampingan pelaku usaha, percepatan perizinan lintas sektor, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan perangkat daerah terkait," ujar Adi, Selasa (28/7/2026).
Realisasi investasi masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp457,482 miliar atau 97,21 persen, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp13,119 miliar atau 2,79 persen.
Berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar berasal dari sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai Rp152,423 miliar. Selanjutnya sektor jasa lainnya sebesar Rp75,651 miliar, perdagangan dan reparasi Rp11,392 miliar, konstruksi Rp4,743 miliar, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp2,670 miliar.
Adi menambahkan DPMPTSP juga tengah menyusun pemetaan potensi investasi daerah sebagai dasar penyusunan dokumen Semi Investment Project Ready to Offer (Semi IPRO). Salah satu kawasan yang diprioritaskan adalah Pulau Basing yang diproyeksikan menjadi kawasan unggulan investasi berbasis pariwisata, ekonomi maritim, dan jasa.
Selain itu, pemerintah kota juga sedang menyusun regulasi mengenai pemberian insentif dan kemudahan investasi guna memberikan kepastian hukum, mempercepat realisasi investasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kota Tanjungpinang.
"Peningkatan investasi merupakan indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Kota Tanjungpinang. Pemerintah kota berkomitmen menghadirkan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat promosi investasi agar semakin banyak proyek strategis yang dapat direalisasikan," katanya
Dengan realisasi yang telah mencapai sekitar 70 persen dari target tahunan, Adi optimistis investasi di Kota Tanjungpinang akan terus meningkat hingga akhir 2026 dan mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja.
"Melalui sinergi kemudahan berusaha, promosi investasi yang lebih terarah, dan kepastian regulasi, kami berharap investasi terus tumbuh sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (**)








