Kuliah umum Universitas Bima Sakapenta
Klikwarta.com, Kota Tegal - Universitas Bima Sakapenta (UBISA) membekali mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan dan kesadaran akan pentingnya merawat kebinekaan Indonesia melalui Kuliah Umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Bima Sakapenta, Kota Tegal, Senin (14/9/2026), menghadirkan Irjen Pol Dr. Susilo Teguh R., M.Si., Kasatgas Pusat Studi Kepolisian, Ketua IKA SPS UNNES, sekaligus dosen UBISA, dan Anggota Dewan penasehat Masyarakat Sadar Budaya dan Wisata (Masdarwis) sebagai narasumber.
Kuliah umum mengangkat tema “Merawat Kebhinekaan Republik Indonesia dan Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Indonesia Maju.” Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan Dies Natalis UBISA.
Dalam paparannya, Susilo Teguh menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, pendidikan tinggi tidak cukup hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran kebangsaan.
Menurutnya, kebinekaan Indonesia harus ditempatkan sebagai kekuatan sekaligus modal sosial bangsa. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial tidak semestinya menjadi sumber perpecahan, tetapi harus dikelola menjadi energi positif untuk membangun kolaborasi dan kemajuan nasional.
“Mahasiswa merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia. Karena itu, pendidikan tinggi harus mampu membangun manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, dan komitmen kebangsaan,” ujar Susilo Teguh.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar mampu menghadapi perubahan zaman secara kritis dan adaptif. Perkembangan teknologi digital dan dinamika global, menurutnya, menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang membutuhkan kecakapan intelektual, literasi digital, dan kematangan karakter.
“Merawat kebinekaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk mahasiswa sebagai generasi intelektual,” tegasnya.
UBISA Memiliki Modal SDM Bereputasi
Dalam kesempatan tersebut, Susilo Teguh juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan UBISA sebagai perguruan tinggi yang relatif masih muda.
Menurutnya, usia sebuah perguruan tinggi bukan satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas dan prospek institusi. Yang lebih menentukan adalah kualitas sumber daya manusia, kapasitas akademik, tata kelola, integritas, jejaring, serta visi kelembagaan dalam membangun pendidikan yang bermutu.
“Meskipun UBISA tergolong perguruan tinggi yang masih relatif baru, namun telah diawaki oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki reputasi, pengalaman akademik, dan pengalaman profesional. Ini merupakan modal penting bagi UBISA untuk terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan UBISA merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui perluasan akses dan penguatan pendidikan tinggi.
“Kehadiran perguruan tinggi seperti UBISA merupakan bentuk kepedulian warga negara terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. Pembangunan bangsa pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas manusianya,” katanya.
Mahasiswa Didorong Menjadi Generasi Kontributif
Kuliah umum tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa kehidupan kampus tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik dan perolehan gelar. Perguruan tinggi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, kepemimpinan, jejaring, kreativitas, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Melalui PKKMB, UBISA mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, adaptif, inklusif, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UBISA, Ketua Yayasan UBISA, Sekretaris Yayasan UBISA, Wakil Rektor I dan II, sejumlah Ketua Program Studi, civitas akademika, serta mahasiswa baru UBISA.
Melalui kegiatan ini, UBISA menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang memadukan keunggulan akademik, karakter kebangsaan, inovasi, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Maju.
Dengan semangat tersebut, UBISA terus menempatkan pendidikan sebagai instrumen strategis untuk membangun generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu menjadi intelektual yang menjaga persatuan, merawat kebinekaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
(Kontributor : Arif)








