Dua Hari Berturut-turut, Enam Anggota dan Simpatisan OPM Pilih Kembali ke Pangkuan NKRI

Rabu, 09/09/2026 - 11:38
Erison Murib alias Buton Murib (22), anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga, saat mengucapkan Ikrar Setia kepada NKRI di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (7/9/2026).

Erison Murib alias Buton Murib (22), anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga, saat mengucapkan Ikrar Setia kepada NKRI di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (7/9/2026).

Klikwarta.com, Papua Tengah — Jalan damai kembali dipilih oleh enam anggota dan simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua Tengah. Dalam dua hari berturut-turut, lima simpatisan OPM Kodap VIII/Intan Jaya dan seorang anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga secara resmi menyatakan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Langkah tersebut menjadi bagian dari keberhasilan pendekatan humanis dan pembinaan teritorial yang dilakukan Satgas Koops TNI Habema di wilayah Papua Tengah. Keputusan untuk meninggalkan kelompok bersenjata dinilai menjadi momentum penting dalam upaya mengakhiri konflik dan membangun kedamaian berkelanjutan di Tanah Papua.

tni

Peristiwa pertama berlangsung di Titik J2 Satgas Yonif 744/SYB, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (6/9/2026). Lima simpatisan OPM berinisial JJ, PB, RS, NS, dan MS secara sadar memilih kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Kelima orang tersebut memiliki latar belakang sebagai pelajar, pengemudi ojek, hingga pekerja mandiri. Sebelum menyatakan ikrar setia, mereka telah menjalani proses komunikasi dan dialog persuasif setelah terindikasi melakukan interaksi dengan pimpinan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya.

Sehari berselang, Senin (7/9/2026), keputusan serupa datang dari Kabupaten Puncak. Erison Murib alias Buton Murib (22), anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga pimpinan Arodi Kulla, resmi mengucapkan ikrar kesetiaan kepada NKRI di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga.

Erison diketahui berperan sebagai penyuplai logistik bagi kelompok bersenjata dan terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019.

Prosesi ikrar tersebut berlangsung dalam suasana haru. Pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perlakuan humanis yang diberikan TNI. Keluarga juga memohon dukungan agar Erison dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Alkitab.

Di Intan Jaya dan Beoga, prosesi ikrar setia berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Satgas, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Sebagai simbol meninggalkan masa lalu dan memulai kehidupan baru sebagai warga negara yang berdaulat, para mantan simpatisan dan anggota OPM mengenakan pakaian batik. Mereka kemudian menandatangani surat ikrar kesetiaan, mencium Bendera Merah Putih, dan mengikuti doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan pihaknya mengapresiasi keberanian warga yang memilih jalan damai.

tni

Menurutnya, pintu persaudaraan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin meninggalkan senjata dan kembali hidup bersama masyarakat.

“Koops TNI Habema terus mengedepankan komunikasi sosial serta memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujar M. Wirya Arthadiguna.

Ia menambahkan, TNI juga berkomitmen mengawal proses pemulihan sosial para mantan anggota OPM agar dapat kembali menjalani kehidupan secara baik di tengah masyarakat.

Bertambahnya warga yang memilih meninggalkan kelompok bersenjata menunjukkan bahwa pendekatan teritorial dan dialog terbuka terus menjadi bagian penting dalam meredam dinamika keamanan di wilayah konflik.

TNI pun mengimbau anggota kelompok bersenjata yang masih berada di dalam hutan untuk segera mengambil langkah serupa, kembali menyatu dengan masyarakat, dan bersama-sama bergotong royong membangun Papua.

Hingga saat ini, situasi keamanan di Distrik Sugapa maupun Distrik Beoga dilaporkan aman dan kondusif.

(Sumber: Koops TNI Habema)

Berita Terkait