Abadikan Jejak Sang Jenderal, Patung HM Soeharto Kini Berdiri Megah di Markas Brigif 6/TSB

Minggu, 01/03/2026 - 23:53
Penyerahan sejumlah paket sembako kepada masyarakat oleh Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun dan Titiek Soeharto dalam acara peresmian patung Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, di Markas Brigif 6/TSB/2 Kostrad, Minggu (1/3/2026).

Penyerahan sejumlah paket sembako kepada masyarakat oleh Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun dan Titiek Soeharto dalam acara peresmian patung Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, di Markas Brigif 6/TSB/2 Kostrad, Minggu (1/3/2026).

Klikwarta.com, Sukoharjo – Nuansa khidmat menyelimuti Markas Brigade Infanteri (Brigif) 6/Tri Sakti Balajaya/2 Kostrad pada Minggu (1/3/2026). Sebuah monumen bersejarah berupa patung Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto resmi berdiri kokoh, menandai penghormatan mendalam terhadap sosok yang pernah menakhodai satuan elit tersebut.

Peresmian ini dipimpin langsung oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, didampingi oleh putri Presiden ke-2 RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), yang hadir mewakili keluarga besar mendiang sang Jenderal Besar.

Kehadiran patung ini bukan sekadar hiasan estetika markas. Bagi keluarga besar Kostrad, sosok H.M. Soeharto adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi satuan; beliau merupakan mantan Pejabat Danbrigif 6/TSB yang meletakkan fondasi kepemimpinan kuat di masanya.

Dalam sambutannya, Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad. Ia menekankan bahwa monumen ini memiliki pesan moral yang kuat bagi prajurit muda.

"Patung ini bukan sekadar monumen, melainkan pengingat bagi generasi penerus untuk terus menanamkan jiwa kepemimpinan, semangat pengabdian, dan kecintaan kepada tanah air dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara," tegas Titiek Soeharto.

Senada dengan hal tersebut, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun menegaskan bahwa peresmian ini adalah momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai profesionalisme, loyalitas, dan integritas.

"Kami berharap, sosok Jenderal Besar Soeharto dapat menjadi kompas bagi prajurit dalam menjaga kedaulatan NKRI," tandasnya.

Rangkaian prosesi peresmian meliputi penandatanganan prasasti oleh Pangdivif 2 Kostrad, prosesi pengguntingan pita dan pembukaan selubung patung oleh Ibu Titiek Soeharto, peninjauan Museum Brigif 6 untuk menilik kembali artefak sejarah satuan, dan peninjauan pangkalan guna memastikan kesiapan satuan.

Acara yang dihadiri oleh para purnawirawan, tokoh masyarakat, dan tamu undangan ini ditutup dengan doa bersama. Kini, patung Jenderal Besar H.M. Soeharto berdiri tegak di Sukoharjo, menjadi saksi bisu sekaligus inspirasi hidup bagi setiap prajurit yang melintasi gerbang Brigif 6/TSB, membawa semangat pengabdian yang tak kunjung padam dari masa ke masa.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait