Mengatasi Munculnya Perilaku Sorry Syndrome

Jumat, 07/07/2023 - 18:26
Foto ilustrasi : pexels.com

Foto ilustrasi : pexels.com

Oleh : Zahira Audia Adjani 

Klikwarta.com - Ketika kamu melakukan kesalahan atau menyakiti seseorang, rasa bersalah bisa muncul dan sangat membebani diri. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali ada situasi di mana kamu harus meminta maaf kepada orang lain yang telah disakiti. Dengan meminta maaf, kamu bisa melepaskan beban pikiran.

Ada kalanya meminta maaf secara berlebihan terhadap kesalahan kecil yang kamu lakukan kepada orang lain bisa menjadi kebiasaan buruk. Kondisi ini dinamakan sorry syndrome atau sindrom meminta maaf.

Dilansir dari Higher Echelon, sorry syndrome adalah sebuah kecenderungan untuk meminta maaf atas hal-hal yang tidak ada habisnya, bahkan yang berada di luar kendali atau tindakan yang diyakini tidak salah. Penyebab orang yang mengalami sindrom ini diawali dengan dorongan untuk terus-menerus meminta maaf atas sesuatu yang bukan kesalahannya. Seperti meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan orang lain.

Ketika mengalami sorry syndrome permintaan maaf saja tidak bisa menghilangkan rasa bersalah. Biasanya kamu akan merasa sulit untuk memaafkan diri sendiri dan memiliki perasaan bersalah yang mendalam. Tidak sedikit orang yang mencap dirinya sebagai penyebab dari semua hal buruk yang terjadi. Keadaan emosional pada diri sorry syndrome tentu akan terguncang dan timbul rasa ketidakpercayaan terhadap diri. 

Hal ini akan membatasi kemampuan pada diri dan mengakibatkan keraguan serta kecemasan yang berlebihan. Permintaan maaf yang berulang-ulang akan terlihat tidak tulus dan tidak memiliki makna sehingga dapat menurunkan penilaian orang lain terhadap dirimu.

Jika kamu mengalami situasi seperti ini hal yang bisa dilakukan dengan merefleksi diri. Belajar untuk mengingat kembali kebaikan-kebaikan yang pernah kamu lakukan terhadap orang lain. Mengubah pola pikir bahwa kesalahan kecil yang dilakukan merupakan hal biasa dan tidak memerlukan permintaan maaf. Menempatkan pikiran positif sesuai dengan situasi dan perasaan yang kamu alami. Konsultasi dengan psikolog bisa menjadi pilihan jika kamu tidak bisa mengendalikan diri karena terlalu sering meminta maaf.

Tags

Berita Terkait