Suasana Pesantren Al-Inabah Lapas Kelas III pasca peresmian.
Klikwarta.com, Limapuluh Kota - Pesantren Al-Inabah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Suliki, baru saja diresmikan beberapa hari lalu, menjadi pusat perhatian banyak orang, khususnya dari Pemerintahan Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar).
Setelah direspons langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, support dan bantuan juga hadir dari berbagai lembaga pemerintahan, baik moril maupun materil.

Melihat secara langsung, kegiatan pesantren di lapas yang menjadi ciri khas dari Lapas Suliki, dan didukung oleh para pengajar yang berpengalaman dan mumpuni, di antaranya dari BKMT, Penyuluh Agama, Kemenag dan Baznas Kabupaten Limapuluh Kota, Pesantren Al-Nahl.
Pembinaan kepribadian dimaksimalkan karena diusungnya lapas berbasis Pesantren di Lapas Kelas III Suliki.
Kelas Pesantren di Lapas Kelas III Suliki dibagi menjadi dua kelompok yaitu Kelas A dan Kelas B, pelajaran di hari senin, selasa, rabu, kamis dan sabtu. Mempelajari Ilmu Agama seperti Ilmu Dakwah, Tafsir, Bahasa Arab, Tahfidz, Tilawah, Iqra, Tartil, Fiqih Ibadah, dan Ilmu Hadits.
Para pengajar Lapas Pesantren dari berbagai Lembaga di Kabupaten Limapuluh Kota, di antaranya Penyuluh Agama, KUA Kecamatan Suliki, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) 50 Kota, Pesantren An-Nahl, PP Syekh Adimin Ar-Roji (Taram).
Kepala Lapas Suliki, Kamesworo mengucapkan rasa syukur atas sukses dan lancarnya proses peresmian dan berjalannya kegiatan lapas pesantren di Lapas Kelas III Suliki.
"Kami dari Lapas Suliki berharap Lapas berbasis Pesantren yang diusung Lapas Suliki menjadi pilot project percontohan di Sumbar, oleh karena itu semangat ini harus dijaga, agar berjalan seterusnya dan menciptakan Hafidz Qur'an warga binaan Lapas Suliki," kata Kames, Kamis (9/3/2023).
Kames menerangkan, bahwa pihaknya menerima berbagai bantuan seperti 100 baju koko dari BSI cabang Tanjung Pati, 20 buah Al-Qur'an dari Pemkab 50 Kota serta donatur selaku owner dari ELTA Record 60 Al-Qur'an dan Iqro, dan Lapas Suliki sedang proses pengajuan alat hapus tato kepada Pemprov Sumbar yang dalam hal ini, Gubernur Mahyeldi, mendukung pemberian alat hapus tato.
"Kami berharap kerjasama ini terjalin untuk kepentingan umat bukan hanya personal atau sekedar kelembagaan semata," terang Kames. (*)
Kontributor: Warman








