Peran Mahasiswa Dalam Menjawab Tantangan Zaman

Kamis, 02/05/2019 - 20:54
Foto : Muhammad Farif Alfajri

Foto : Muhammad Farif Alfajri

Oleh : Muhammad Farif Alfajri

Klikwarta.com - Mahasiswa pada dasarnya merupakan tunas harapan dari sebuah keberlangsungan berbangsa dan bernegara. Bertolak dari kacamata sejarah, maju atau tidaknya sebuah negara kedepan ialah konsekuensi logis dari apa yang dilakukan oleh mahasiswanya di suatu negara atau wilayah tersebut. Di Indonesia peran mahasiswa dalam membangun bangsa sudah dibuktikan dari berbagai bukti otentik.

Mulai dari ikut bertempur untuk mengusir penjajahan dari tanah air, menculik dan memaksa founding father negeri ini untuk segera medeklarasikan kemerdekaan hingga ikut mengguling rezim pemerintahan di massa orde baru untuk segera mereformasi sistem pemerintahan yang ada pada negeri yang kita cintai ini. Dari semua hal diatas telah berhasil mengubah bangsa Indonesia menuju bangsa yang lebih baik dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang cukup disegani mata internasional.

Dewasa ini persaingan ekonomi global memaksa semua negara membangun dan memperkuat sistem pertahan ekonominya masing- masing termasuk indonesia yang juga sedang berjuang dan membangun sistem perkonomian nasional guna mencapai kedaulatan sebagaimana yang dijelaskan dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia alinea ke-4 “melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia-“ yang kemudian diharapkan bukan hanya berdaulat secara politik namun juga secara ekonomi.

Makna sejati kedaulatan ekonomi pada dasarnya tidak lagi bergantung kepada negara lain untuk mencukupi kebutuhan perekonomian bangsa sendiri namun memiliki sikap mandiri dalam perekonomian. Kita tidak dapat memungkiri terkait asumsi YIF (yayasan indonesia forum : 2007) dalam berbagai analisis mengatakan bahwa tahun 2030 indonesia akan menjadi kekuatan 5 besar dunia di bidang perkonomian, namun asalkan konsisten dalam membangun dan mengelola produktivitas dan kualitas SDM yang ada. Di samping itu, proyeksi BPS dan Bappenas pada tahun 2010-2035 mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami rasio kependudukan yang menggambarkan suatu keuntungan atau yang sering dikenal sebagai “bonus demografi” dan puncak terjadinya yaitu pada tahun 2030, yang mana 70% dari total 297 juta penduduk di Indonesia berada pada usia 15-64 tahun.

Dalam hal ini usia tersebut merupakan usia yang produktif dalam melakukan segala aktivitas kehidupan terkhusus dalam melakukan aktivitas perekonomian. Namun yang menjadi pertanyaan ialah “apakah dengan penduduk usia produktif sebanyak itu akan mampu menghantarkan indonesia menuju kekuatan ekonomi dunia ?”  jawabannya bisa “iya” bisa “tidak”, bukan tak beralasan, karena melihat pengalaman beberapa negara yang pernah mengalami, seperti Afrika Selatan mereka gagal untuk membuat negara mereka lebih baik, karena kurangnya perencanaan yang matang dan komprehensif dalam menghadapi bonus demografi tersebut justru membuat negaranya cenderung lebih buruk daripada sebelumnya. 

Di tambah lagi tantangan lain yang tidak bisa dihindari ialah konsekuensi logis dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi membuat segala sesuatu yang selama ini dianggap tidak lazim namun pada era sekarang hal tersebut haruslah diterima. Peningktan tenaga mesin yang berbasis teknologi digital yang tingkat efektivitasnya dianggap lebih dari 200% jika dibandingkan dengan tenaga manusia, istilah ini sering dikatakan sebagai “Revolusi Industri 4.0” yang menjadi ancaman yang serius bagi generasi yang akan menghadapi bonus demografi ini nanti. Bagaimana tidak, dari sekian banyak angkatan kerja tadi akan dibenturkan dengan pemotongan tenaga manusia secara besar-besaran di dunia per-industrian guna untuk meningkatkan produktivitas dan bahkan akan merambah ke kehidupan sosial masyrakat yang dimana segala bentuk aktivitas sosial masyarkat akan bergandengan langsung dengan mesin yang berbasis teknologi yang super canggih nantinya.

Konklusinya ialah “Bonus Demografi dan Revolusi Industri 4.0” ini bak pisau bermata dua, yang artinya bisa saja hal tersebut dapat menghantarkan indonesia menuju kekuatan ekonomi dunia namun sebaliknya bila kurangnya perencanaan yang matang justru bonus demografi hanyalah bonus dalam arti “bonus dalam angka usia produktif saja” dan dalam hal revolusi industri 4.0 ini kita bangsa Indonesia hanya sebagai penonton saja dan lebih jauh lagi kedua tantangan ini justru akan semakin meningkatkan jumlah pengangguran yang masalah ini dari tahun ke tahun menjadi polemik yang tidak kunjung usai.

Dari kedua tantangan zaman tersebut diatas yang notabene tidak bisa dipungkiri kehadirannya tentulah akan menuntut kita sebagai seseorang yang terpelajar dan sebagai orang yang akan menghadapi sendiri tantangan tadi untuk berpikir lebih radikal guna menyiapkan formulasi yang tepat dalam menghadapi “Bonus Demografi dan Revolusi Industri 4.0” sehingga kita dapat menggapai kekuatan ekonomi dunia yang selama ini diproyeksikan.

Sebagai seseorang yang menggeluti kuliah dibidang ekonomi,  “WIRAUSAHA” menjadi salah satu jawaban yang tepat untuk menjawab kedua tantangan diatas tadi, yang bila dilihat lebih dalam agak sedikit kurang ramah terhadap lingkungan sosial. Dengan berwirausaha  produk-produk yang dihasilkan tentu akan  sedikit ekonomis harganya dibandingkan produk-produk yang dihasilkan dari tenaga mesin dikarenakan biaya operasional dari mesin yang tinggi. Dan juga wirausaha ini nanti diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi sekian banyak angkatan kerja yang akan berhadapan dengan revolusi industri 4.0.

Dengan semakin giatnya berwirausaha maka semakin mandiri dan semakin meningkat pula lah pendapatan setiap orang yang melakukan kegiatan wirausaha tersebut dan kedepannya dengan semakin mandiri dan semakin meningkatnya pendapatan tentu ini akan berdampak sistemik terhadap pendapatan perkapita masyarkat Indonesia, barangkali dengan wirausaha sedikit demi sedikit dapat mengatasi permasalahan ekonomi yang selama ini membelenggu kehidupan sosial masyrakat Indonesia. Dan lebih jauh lagi, dengan giatnya berwirausaha ini nantinya bisa juga dijadikan salah satu roadmap menuju Indonesia emas 2045 yang dalam berbagai hipotesa mengatakan pada tahun 2045 Indonesia menjadi salah satu negara maju. 

Tags

Berita Terkait