Bupati Blitar Rijanto (dua dari kiri) saat menyampaikan sambutan di acara audiensi dengan peternak Kabupaten Blitar.
Klikwarta.com, Blitar - Bupati Blitar Rijanto menggelar audiensi dengan peternak ayam petelor dan ayam broiler di ruang Perdana Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar lama di Jalan Sudanco Supriyadi Kota Blitar, Sabtu (10/08/2019).
Audiensi selain digelar antara pihak Pemkab Blitar dan para perwakilan peternak ayam petelor dan ayam broiler di Blitar, juga melibatkan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), bagaimana mengurai persoalan persaingan peternakan oleh peternak Blitar di tataran nasional.
Kemudian tujuan diadakan pertemuan itu untuk mencari solusi yang tepat, apa yang mesti dilakukan peternak di Kabupaten Blitar ketika persaingan usaha suplay telor di kancah nasional makin ketat.
"Pada dasarnya kita masih banyak masalah baik di pemerintah maupun di peternak itu sendiri. Kedepan untuk mengurai masalah ini, yang harus kita perkuat adalah koperasi. Kita dorong semua peternak ikut koperasi. Kalau kita kompak dan koperasi kuat, berhadapan dengan peternak-peternak besar, ini akan bisa bersaing," jelas Bupati Rijanto saat dihubungi klikwarta.com seusai kegiatan.
Diterangkannya, setelah dibentuk koperasi sejak tiga tahun terakhir, sekitar 4.000 peternak di Kabupaten Blitar belum semua masuk menjadi anggota koperasi. Saat ini, kata dia, dari 4.000 peternak yang sudah menjadi anggota koperasi masih tercatat 400 peternak.
"Upaya yang perlu kita lakukan adalah membentuk perda (peraturan daerah) untuk melindungi peternak ini. Keluhan mereka sudah diungkapkan, selain perda, soal kebersamaan di dalam koperasi itu sendiri juga harus kita perkuat," tandasnya.
Rijanto menegaskan, dengan memperkuat intenalisasi peternak melalui koperasi, kekuatan peternak ayam petelor dan ayam broiler Kabupaten Blitar di tataran nasional bisa semakin kompetitif. Itu diyakininya, lantaran hanya dengan optimalisasi organisasi, geliat persaingan untuk menjadi pemasok utama telur nasional bisa dipertahankan.
"Jadi peternak yang belum ikut koperasi, sadar ikut koperasi," ulas Rijanto.
(Faisal / Hms / Adv)








