KST Papua Musuh Nyata Bangsa Indonesia

Minggu, 21/08/2022 - 14:18
ilustrasi
ilustrasi

Oleh : Sabby Kosay )*

Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua merupakan musuh nyata bagi Bangsa Indonesia karena selain sangat mengganggu keutuhan NKRI, namun mereka juga menghambat upaya Pemerintah untuk menciptakan pemerataan pembangunan khususnya di wilayah Papua sendiri.

Indonesia adalah sebuah negara yang sejak didirikan menjunjung tinggi asas cinta damainya. Bahkan di saat dunia sempat terbagi menjadi Blok Timur melawan Blok Barat, para pendiri Bangsa ini lebih memilih untuk menjadi Non-Blok. Maka sejatinya segala macam bentuk kekerasan sama sekali tidak mencerminkan masyarakat Indonesia yang sejati, bahkan hal tersebut adalah sebuah tindakan yang hendaknya bisa dilawan dan dicegah.

Dalam laman resmi dpr.go.id, disebutkan bahwa KST Papua sebelumya merupakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Tujuannya adalah menyuarakan soal referendum agar Papua bisa merdeka dan berdiri sendiri dan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan secara tegas, Menteri Pertahanan RI pada Kabinet Kerja saat itu, tahun 2019 yakni Ryamizard Ryacudu sudah menyebut kelompok tersebut sebagai kelompok separatis dan sangatlah mengancam keutuhan negara.

Bagaimana tidak, pasalnya memang mereka seringkali menggunakan kekerasan atau ancaman yang menimbulkan teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban massal atau kerusakan dengan motif ideologi, politik atau gangguan keamanan. Sudah banyak sekali aksi teror terus dilancarkan oleh KST Papua ini.

Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati mengutarakan bahwa memang seluruh masyarakat harus mengecam insiden pembubuhan biadab itu dan tindakan kekerasan fisik yang mengakibatkan hilangnya nyawa para pekerja dan teknisi lapangan PT PTT di tengah upaya menjalankan tugas melakukan percepatan pemerataan konektivitas digital di Indonesia dan secara khusus di Papua. Susaningtyas menambahkan bahwa sebagian KST Papua saat ini melakukan aksinya berdasarkan pragmatisme bukan lagi hanya berdasarkan ideologi.

Pada kesempatan yang lain, Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Aqsha Erlangga mengungkap bahwa kekejaman gerombolan KST Papua terhadap warga sipil dan aparat di Papua bahkan sudah berlangsung sejak tahun 2018 silam hingga saat ini. Akibat aksi-aksi yang dilakukan oleh KST Papua tersebut, mereka sudah merenggut banyak korban jiwa serta kerugian materi dari masyarakat dan aparat.

Kolonel Aqsha menyebutkan beberapa kasus yang sempat dilakukan oleh Kelompok Separatis dan Teroris Papua itu, yakni terjadi di Beoga, Kabupaten Puncak yang menewaskan 8 orang pekerja tower B3 milik PT Palapa Timur Telematika (PTT) pada Maret 2022.

Dengan serangkaian kasus terorisme yang telah disebarkan oleh KST Papua, maka sudah sepatutnya seluruh masyarakat Indonesia harus memahami dan menyadari bahwa mereka merupakan musuh sangat nyata bagi Bangsa ini karena selain mengganggu kestabilan dan keutuhan NKRI, namun mereka juga sangat menghambat upaya Pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Papua sendiri.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Tags

Related News