Motif Pembunuhan Sakit Hati, Diduga Korban Berselingkuh dengan Istri Tersangka

Sabtu, 08/01/2022 - 16:58
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno S Sos MH
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno S Sos MH

Klikwarta.com, Bengkulu – Usai penangkapan tersangka pembunuhan tersangka RHF (31) terhadap korban Hengki laksana kemarin (07/01/22) , keterangan sementara yang didapat dari tersangka bahwa motifnya lantaran sakit Hati.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno. S.Sos., M.H., hari ini Sabtu (08/01/22) ketika dihubungi melalui WhatsApp.

”Tersangka ini sakit hati karena korban diduga berselingkuh dengan istri tersangka”, ungkap Kabid Humas Polda Bengkulu.

Kabid Humas menjelaskan, dari pengakuan tersangka, korban ini diduga telah merusak rumah tangga tersangka, yang mana diduga korban berselingkuh dengan istri pelaku hingga pelaku bercerai dengan istrinya.

Sehingga karena motif sakit hati inilah pelaku gelap mata dan korban pun akhirnya dihabisi dengan cara ditusuk sebanyak 14 kali dengan menggunakan senjata tajam pada bagian dada, perut dan bagian tubuh lainnya. Akibat tusukan tersebut, korban meninggal dunia dan dibuang ke pinggir Jalan Bupati Bhaksir depan SMPN 13 BS.

“Saat ini pemeriksaan mendalam terhadap tersangka masih dilakukan sedangkan barang bukti yang sudah diamankan berupa satu sajam dan satu unit mobil Honda Brio warna putih yang dikendarai pelaku,” kata Kabid Humas Polda Bengkulu.

a

Tempo 9 jam, Tersangka Pembunuhan Ditangkap

Diketahui dalam kasus ini, pada Jumat 7 Januari 2022 kemarin, tersangka berhasil diringkus oleh personil Buser Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan (BS) diback Up team Jatanras Ditreskrimum Polda Bengkulu.

Tersangka RHF (31) warga kelurahan Ibul Kabupaten BS itu berhasil diringkus selang 9 Jam melakukan aksinya terhadap korban Hengki Laksana yang merupakan warga Kampung Bali Kota Bengkulu yang berdomisili di Perumnas kayu kunyit Kabupaten BS.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H., Jumat kemarin (07/01/22) mengungkapkan, peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban terjadi pada hari Kamis tanggal 06 Januari 2022 sekira pukul 19.30 wib.

"TKP-nya didepan rumah sakit Asyifa yang berada dijalan gerak alam kelurahan kota Medan kecamatan Kota Manna Kabupaten BS”, ungkap Kabid Humas Polda Bengkulu.

Penemuan Mayat

Dari data yang diperoleh peristiwa pembunuhan terhadap korban diketahui berawal sekira pukul 20.00 wib Personil piket mendapat informasi dari warga bahwa ada penemuan mayat di Jl.Bupati Naksir.

Selanjutnya personil piket yang dipimpin Kapolsek Kota Manna (AKP Sukari,SE) mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Bkl Sel dan melaksanakan olah TKP.

Selesai olah TKP jenazah di bawa ke RSUD Hasanuddin Damrah untuk di lakukan otopsi.

”Dari keterangan sementara yang didapat dari tersangka diketahui korban dan tersangka janjian ketemu dan berkelahi, kemudian tersangka menusuk korban dengan benda tajam sejenis pisau saat bersama–sama didalam mobil tersangka. Setelah korban ditusuk tersangka membawa tubuh korban dan membuangnya dijalan bupati baksir”, jelas Kabid Humas Polda Bengkulu.

Kronologi Penangkapan

Kabid Humas Polda Bengkulu menjelaskan, penangkapan tersangka berawal pada hari jumat tanggal 07 januari 2022 sekira pukul 01.00 Wib Team Totaici yang di pimpin Kanit Pidum Ipda Novaldy Dewanda Baskara S.Tr.K mengumpulkan keterangan seluruh saksi dan dari hasil penyelidikan selama beberapa jam team Totaici mendapatkan informasi bahwa terduga tersangka melarikan diri ke Kota Bengkulu.

Kemudian sekira pukul 02.00 Wib Team Totaici langsung menuju kota bengkulu dan berkordinasi dengan satuan Jatanras Polda Bengkulu, Kemudian sekira pukul 05.30 Team Totaici bersama Jatanras Polda Bengkulu mendapati keberadaan tersangka yang sedang berada di salah satu kosan di daerah hibrida 12.

Setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan tersangka, selanjutnya team gabungan Totaici dan Jatanras Polda bengkulu langsung menuju ke kosan tersebut dan langsung mengamankan tersangka tanpa perlawanan.

(Sumber:Rls/PoldaBengkulu)

Related News