Hari Lahir Pancasila, Museum Multatuli Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda

Selasa, 02/06/2026 - 20:49
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq

Klikwarta.com, Lebak - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi Museum Multatuli di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, usai bertindak sebagai Pembina Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Alun-Alun Rangkasbitung. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan relevansi nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah bangsa.

Didampingi Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, Wamendikdasmen meninjau berbagai koleksi dan narasi sejarah yang tersaji di Museum Multatuli. Bonnie Triyana merupakan penggagas Museum Multatuli di Rangkasbitung, Banten, serta dikenal aktif dalam berbagai upaya pelestarian sejarah, termasuk penyelamatan Gedung Sarekat Islam di Semarang. Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen memperoleh pemaparan mengenai sejarah Multatuli dan jejak tokoh-tokoh nasional yang memiliki keterkaitan dengan Kabupaten Lebak.

“Semangat yang dituangkan dalam Max Havelaar sangat relevan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama terkait keadilan dan kemanusiaan. Pesan-pesan itu penting untuk terus kita rawat dan aktualisasikan dalam kehidupan saat ini,” ujar Wamen Fajar, Senin (1/6).

Dalam kunjungannya, Fajar juga menyoroti posisi Kabupaten Lebak sebagai wilayah yang memiliki kekayaan sejarah luar biasa. Selain menjadi tempat yang berkaitan dengan sosok Multatuli, Lebak juga memiliki jejak sejarah sejumlah tokoh penting bangsa, seperti Soekarno, Haji Agus Salim, Tan Malaka, dan Maria Ulfah.

Menurutnya, kekayaan sejarah tersebut perlu menjadi bagian dari memori kolektif bangsa, khususnya bagi Generasi Z dan Generasi Alpha.

“Lebak merupakan mutiara sejarah yang luar biasa. Banyak tokoh besar bangsa yang memiliki keterkaitan dengan daerah ini. Warisan sejarah tersebut perlu diperkenalkan secara lebih luas agar generasi muda semakin mengenal tokoh-tokoh yang turut membentuk perjalanan Indonesia,” katanya.

Fajar menambahkan, semangat antikolonialisme yang menjadi bagian penting dari sejarah bangsa perlu terus dipelihara dan dimaknai dalam konteks kekinian sebagai upaya memperkuat karakter, kebangsaan, dan persatuan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen juga mengapresiasi keberadaan Museum Multatuli yang merupakan satu-satunya museum post-kolonial di Indonesia dan termasuk salah satu dari sedikit museum post-kolonial di dunia. Ia menilai museum memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran yang mampu menghubungkan generasi muda dengan sejarah bangsanya.

“Bagi kami di dunia pendidikan, museum seperti ini merupakan oase bagi anak-anak dan generasi muda. Museum harus menjadi ruang belajar yang hidup, terus berkembang, dan menghadirkan pengetahuan baru sehingga mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal sejarah,” ungkapnya.

Selain sebagai sarana edukasi, Fajar juga melihat potensi besar Museum Multatuli dan Kabupaten Lebak untuk berkembang sebagai destinasi wisata sejarah. Menurutnya, dukungan infrastruktur yang semakin baik membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengakses dan mengenal kekayaan sejarah daerah tersebut.

“Jika terus dikembangkan, wisata sejarah di Lebak tidak hanya memperkuat memori kolektif bangsa, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat setempat,” ujarnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya menjaga dan mewariskan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Melalui pemahaman sejarah yang kuat, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mengenal perjalanan bangsanya, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta menjawab tantangan masa depan Indonesia. (**)

Berita Terkait