Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat
Klikwarta.com, Jakarta - Senyum, tawa, dan sapaan hangat menyambut langkah 216 murid baru yang memasuki gerbang SMP Negeri 57 Jakarta pada Senin (13/7). Di tengah rasa penasaran dan sedikit gugup menghadapi lingkungan baru, mereka disambut guru dan kakak-kakak Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang mengajak berkenalan, bermain, hingga saling mengenal. Suasana hangat itu menjadi awal perjalanan belajar yang memberi rasa aman sekaligus menyenangkan.
Pengalaman pertama di sekolah tersebut mencerminkan semangat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang terus didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk membangun kepercayaan diri, menjalin pertemanan, dan mulai membentuk kebiasaan baik.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, yang meninjau langsung pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 57 Jakarta menegaskan bahwa pembentukan karakter dimulai sejak hari pertama sekolah. "Tahun ini, tema utamanya adalah memperkenalkan sekaligus menguatkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, karena inti pembelajaran adalah pembiasaan," ujarnya di Jakarta, Senin (13/7).
Ia menjelaskan, kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal. Menurutnya, keberhasilan membangun kebiasaan itu memerlukan sinergi antara sekolah dan keluarga karena sebagian besar praktiknya berlangsung di rumah.
Komitmen itu diwujudkan SMP Negeri 57 Jakarta melalui persiapan yang dilakukan sejak proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Kepala SMP Negeri 57 Jakarta, Agustin Kantiastuti, mengatakan sekolah juga melibatkan orang tua melalui sosialisasi agar memahami seluruh rangkaian kegiatan MPLS.
"Kami memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tanpa perpeloncoan, tanpa _bullying_, dan tanpa kekerasan. Kami ingin membuktikan bahwa SMP Negeri 57 melaksanakan MPLS yang Ramah," katanya.
Suasana positif tersebut turut dibangun oleh para pengurus OSIS. Ketua Pelaksana MPLS, Ersa, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan seperti yel-yel, _ice breaking_, dan aktivitas kelompok dirancang agar murid baru lebih cepat beradaptasi dan merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.
Kehangatan itu dirasakan langsung oleh para peserta didik. Syifa Indah mengaku merasa nyaman karena sambutan kakak-kakak OSIS membuatnya semakin percaya diri mengikuti kegiatan. Hal serupa disampaikan Rizki. Rasa gugup yang sempat muncul perlahan berubah menjadi semangat setelah merasakan suasana MPLS yang bersahabat.
Bagi para orang tua, hari pertama sekolah juga menjadi awal harapan baru. Retno, salah satu orang tua murid, berharap lingkungan belajar yang aman dan mendukung dapat membantu putranya berkembang, baik dalam prestasi maupun karakter.
MPLS Ramah di SMP Negeri 57 Jakarta menunjukkan bahwa hari pertama sekolah dapat menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan positif. Melalui kolaborasi sekolah, guru, OSIS, orang tua, dan seluruh warga sekolah, Kemendikdasmen terus mendorong penyelenggaraan MPLS yang bebas dari perundungan, perpeloncoan, dan segala bentuk kekerasan sebagai fondasi tumbuhnya karakter Anak Indonesia Hebat sejak langkah pertama di sekolah. (**)








