Redam Tensi di Meja Adat, Mediasi Ketua DPRD Manggarai Timur dan Mantan Sekwan Berakhir Damai

Senin, 13/07/2026 - 20:24
Mediasi Ketua DPRD Manggarai Timur dan Mantan Sekwan Berakhir Damai

Mediasi Ketua DPRD Manggarai Timur dan Mantan Sekwan Berakhir Damai

Klikwarta.com, Ruteng - Perseteruan panas yang sempat bergulir antara Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Salesius Medi, dan mantan Sekretaris Dewan (Sekwan), Tobias Suman, akhirnya menemui babak akhir. Tidak di meja hijau, konflik dua pejabat publik ini resmi diselesaikan secara damai melalui jalur adat dan kekeluargaan.

Prosesi rekonsiliasi yang sarat akan nilai budaya Manggarai ini berlangsung khidmat di kediaman pribadi Tobias Suman pada Senin, 13 Juli 2026.

Menariknya, meski diselesaikan secara kekeluargaan, proses mediasi ini dikawal langsung oleh aparat penegak hukum. Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur bersama jajaran anggotanya hadir menjadi saksi hidup bersatunya kembali kedua belah pihak.

Suasana kekeluargaan mulai terasa hangat saat Silvanus Hadir, yang bertindak sebagai mediator sekaligus juru bicara Tobias Suman, menyambut hangat kedatangan keluarga besar Salesius Medi. Pertemuan adat ini dibuka secara resmi melalui prosesi Tuak Reis—sebuah ritus penerimaan tamu dalam tradisi Manggarai sebagai simbol ketulusan dan keterbukaan hati.

Penyambutan tersebut kemudian diterima dengan penuh rasa hormat oleh Anton Jematu, selaku juru bicara dari pihak Salesius Medi.

"Persoalan ini telah selesai. Kedua belah pihak memilih jalan berlutut pada adat demi mengembalikan keharmonisan," ujar salah satu perwakilan keluarga.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan adat atas perselisihan yang terjadi, pihak keluarga Salesius Medi secara jantan menyerahkan denda adat yang telah disepakati bersama kepada Tobias Suman.

Puncak dari perdamaian ini ditandai dengan momen sakral di mana Salesius dan Tobias saling memaafkan. Keduanya kemudian meminum tuak secara bersama-sama—sebuah simbol kultural bahwa segala kekecewaan, ego, dan perselisihan masa lalu telah luruh dan diteguk habis tanpa sisa.

Aroma perdamaian ini tidak hanya menguap di ruang adat. Di penghujung acara, Polres Manggarai Timur telah menyiapkan surat pernyataan bersama.

Salesius Medi dan Tobias Suman secara bersama-sama membubuhkan tanda tangan di atas meterai, menyatakan bahwa seluruh persoalan telah selesai secara total. Dengan ditandatanganinya surat tersebut, kedua belah pihak menjamin tidak akan ada lagi tuntutan hukum atau persoalan lanjutan di kemudian hari.

Lewat diplomasi tuak dan kearifan lokal, Manggarai Timur kembali memberikan contoh bahwa sekeras apa pun konstelasi politik dan personal, adat selalu punya cara untuk memulangkan semuanya ke rumah perdamaian.

Penulis : Kordianus Lado

Berita Terkait