Polres Lambar Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur di Pesibar

Kamis, 13/01/2022 - 01:22
Polres Lambar Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur di Pesibar
Polres Lambar Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur di Pesibar

Klikwarta.com, Pesisir Barat - Sat-Reskrim Polres Lampung Barat (Lambar) - Pesisir Barat (Pesibar) berhasil mengungkap 13 kasus kriminal di wilayah Lambar-Pesibar. Salah satunya Adalah Kasus Pencabulan anak dibawah umur, yang dilakukan oleh oknum PNS di wilayah kecamatan Lemong, kabupaten Pesisir Barat. 

Hal tersebut di sampaikan oleh Kapolres Lampung Barat, AKBP Hadi Saepul Rahman, S.Ik saat jumpa Pers di halaman Polres Lampung Barat, Hari ini Rabu (12/1/2022).

AKBP Hadi Saepul Rahman, S.Ik.  mengatakan Kasus Pencabulan Anak dibawah umur tersebut dilakukan oleh Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tersangka Bernama, Bambang Heriyanto, Profesinya sebagai Guru Agama di SDN 105 Krui, Pekon Penengahan, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir barat.

"Selain sebagai PNS tersangka juga ber Profesi sebagai Guru mengaji di lingkungan tempat tinggalnya di Kecamatan Lemong", kata kapolres.

Dalam jumpa Pers tersebut, Kapolres Lambar - Pesibar, Memastikan korban pencabulan yang dilakukan oleh tersangka Oknum PNS tersebut bumlah 14 orang korban, semua korban masih dibawah umur, rata-rata masih Anak berusia 8-11 tahun, ucap kapolres.

"Aksi bejat pelaku pencabulan ini terjadipp di dua tempat berbeda, disekolah tempat ia mengajar, dan juga di rumah Pelaku di Pekon pugung penengahan, dengan cara aksi meraba dan memasukan jari di kelamin korban"

Terungkapnya kasus pencabulan ini karena salah satu diantara belasan korban dibawah umur ini, menceritakan aksi tak senonoh yang ia terima kepada ibu nya, berbekal dari cerita anaknya, kemudian ibu korban didampingi saudara iparnya membuat Laporan ke Polsek Pesisir Utara, pesibar,  mendapatkan laporan tersebut tim langsung terjun mencari dan pelaku berhasil di amankan di kediaman nya pada hari Jumat (07/1/2022), papar kapolres.

Atas perbuatan nya tersangka di jerat dengan Pasal 82 ayat 2 UU No. 17/2016 junto Pasal 5 KUHP, dengan hukuman paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun penjara, tukasnya.

(Pewarta : Jokson)

Related News