Wabup Rahmat Pimpin Apel Siaga Bencana Hadapi Ancaman Hidrometeorologi

Senin, 25/10/2021 - 11:47
Wabup Rahmat (baju warna keen) Tengah Inspeksi Personil Gabungan Tanggap Bencana. (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Wabup Rahmat (baju warna keen) Tengah Inspeksi Personil Gabungan Tanggap Bencana. (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Blitar - Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso dijadwalkan memimpin Apel Siaga Bencana di Mapolres Blitar, Senin (25/10/2021).

Apel ini digelar sebagai reaksi cepat untuk menghadapi potensi bencana yang diakibatkan aktivitas Hidrometeorologi seperti bencana banjir, angin putting beliung, tanah longsor, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pantauan Pewarta Klikwarta.com di lokasi, hadir pada acara ini jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar, staf ahli, asisten, beberapa kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan TNI, Polri dan personil BPBD Kabupaten Blitar.

Wabup Rahmat menuturkan, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, telah menerangkan bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia. Sehingga, lanjut Rahmat, kondisi ini menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional.

"Dan seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Blitar merupakan satu diantara wilayah di Jawa Timur yang rawan terhadap bencana," tuturnya. 

Pria yang akrab disapa Makdhe Rahmat ini menguraikan, 99 persen dari kejadian bencana sepanjang Tahun 2020 kemarin merupakan bencana hidrometeorologi. Dari total 2.952 kejadian, 1.080 kejadian di antaranya adalah banjir, 880 kejadian putting beliung, 577 kejadian tanah longsor, 326 kejadian kebakaran hutan dan lahan, dan 29 kejadian kekeringan.

Bencana hidrometeorologi, menurutnya juga dominan sepanjang Januari hingga April 2021. BNPB mencatat bencana banjir paling sering terjadi pada jenis bencana tersebut. BMKG merilis bahwa hujan sebagai salah satu pemicu banjir, longsor, dan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah sampai dengan bulan Mei 2021.

"Bencana hidrometeorologi juga mendominasi jenis bencana yang ada di Kabupaten Blitar, yakni sebesar 52 persen. Di Kabupaten Blitar telah tercatat 30 kejadian bencana hidrometeorologi, dimana 15 kali kejadian cuaca ekstrim yang mengakibatkan angin kencang, 9 kejadian tanah longsor, 3 kejadian banjir, dan 3 kejadian kebakaran hutan dan lahan," urainya.

Wabup berpesan, agar para stakeholder terkait menginformasikan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti  banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Seluruh pemangku kepentingan, elemen masyarakat termasuk relawan harus kompak mengantisipasi bencana, ketika terjadi bencana dan pasca bencana.

Intinya, Kabupaten Blitar harus siap. Karena tujuan apel siaga pada hari ini antara lain dimaksudkan untuk cek terhadap kesiapan personil dan sarana prasarana pendukung penanggulangan bencana dalam rangka antisipasi menghadapi bencana hidrometeorologi menjelang datangnya musim penghujan tahun 2021 hingga 2022.

"Ini juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi dan untuk menjadikan Kabupaten Blitar semakin tangguh terhadap bencana," tukasnya. 

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sampai saat ini masih bersemangat siap siaga dalam menghadapi bencana meskipun ditengah bencana non alam, yakni penyebaran Covid-19. Untuk itu kita hadir disini dalam rangka menyatukan persepsi dalam kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana," pungkasnya. 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait