Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda Sepi Pengunjung Diterpa Isu Penutupan, Pengelola : "Itu Hanya Hoax, Kami Tetap Buka"

Kamis, 09/03/2023 - 17:39
Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda
Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda

Klikwarta.com, Karanganyar - Jumlah kunjungan wisatawan di obyek wisata Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda,  Desa Berjo, Ngargoyoso,  Karanganyar, beberapa waktu belakangan ini mengalami penurunan.

Manajer Obyek Wisata Air Terjun Jumog, Fahri Aristiyanto, menjelaskan, bahwa sepinya pengunjung terjadi semenjak kedua destinasi wisata tersebut diterpa isu penutupan lokasi.

Fahri menyebut, isu itu bahkan tersebar di sejumlah platfom media sosial, hingga tidak sedikit pula biro perjalanan wisata yang membatalkan kunjungannya.

"Penurunan jumlah kunjungan wisatawan ini sangat terasa sekali. Padahal biasannya kunjungan wisatawan bisa mencapai hingga 2.500 orang setiap akhir pekan. Namun, semenjak berhembusnya isu penutupan, jumlah kunjungan wisatawan turun drastis, yaitu hanya 1.200 orang per harinya. Artinya, penurunan kunjungan wisatawan ini bisa dibilang mencapai 50 persen," paparnya.

Bila dikalkulasikan, papar Fahri, kerugian yang dialami obyek wisata Air Terjun Jumog sejak isu penutupan berhembus, mencapai jutaan rupiah perhari. 
Kerugian tersebut, dihitung dari pendapatan tiket masuk kawasan Air Terjun Jumog, di hari biasa ditarik Rp15.000 per orang dan weekend Rp20.000 per orang. 

"Namum, semenjak isu penutupan itu merebak, sedikitnya ada 10 biro perjalanan yang membatalkan kunjungan wisatanya. Bisa dihitung bus rombongan wisatawan yang terparkir di sini, belum lagi pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi ini tentu membuat kawasan wisata Air Terjun Jumog jadi sepi pengunjung. Padahal isu penutupan itu hanya hoax, kami tetap buka," imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, segala upaya agar jumlah kunjungan wisatawan kembali naik sudah dilakukan. Salah satunya, dengan menggandeng pemilik akun-akun besar di media sosial baik instagram dan facebook dalam mempromosikan obyek wisata itu. 

"Kami tegaskan. Tidak ada penutupan obyek wisata Air Terjun Jumog. Itu hanya hoax, isu murahan," tegasnya.

Terpisah, Badan Pengawas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berjo, Agung Sutrisno, merasa geram dengan beredarnya isu penutupan obyek wisata tersebut.

Menurut Agung, beredarnya isu tersebut sudah merugikan banyak pihak, termasuk warga yang selama ini mengandalkan pendapatan dari obyek wisata tersebut.

"Sepinya pengunjung, juga berdampak bagi pedagang maupun pengelola parkir. Mereka masyarakat yang setiap harinya mencari nafkah di kawasan itu juga. Saya sampaikan, isu penutupan itu sama sekali tidak benar. Obyek wisata Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda tetap buka," tandasnya. 

Sementara, Preti (45), warga Jumog yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di kawasan wisata Air Terjun Jumog mengaku pendapatan yang dia peroleh juga sangat menurun.

"Saya mengantar pengunjung dari lokasi parkir sampai ke pintu masuk Air Terjun Jumog dengan tarif Rp. 5 ribu. Biasanya, penghasilan saya setiap hari bisa Rp. 80 ribu. Beberapa hari ini sepi, bahkan pernah ngojek dari pagi, siang cuma mengantar satu pengunjung," keluh Preti.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Related News