Hidupkan Harmoni Budaya, Ratusan Pelajar di Karanganyar Semarakkan Hari Tari Sedunia 

Minggu, 03/05/2026 - 22:40
Ratusan siswa dari berbagai sekolah dan sanggar tari tampil memeriahkan Hari Tari Sedunia dalam Pentas Seni dan Budaya di area Car Free Day Karanganyar, Minggu (3/5/2026)

Ratusan siswa dari berbagai sekolah dan sanggar tari tampil memeriahkan Hari Tari Sedunia dalam Pentas Seni dan Budaya di area Car Free Day Karanganyar, Minggu (3/5/2026)

Klikwarta.com, Karanganyar - Kawasan Car Free Day (CFD) Karanganyar bertransformasi menjadi panggung budaya kolosal pada Minggu pagi (3/5/2026). Ratusan siswa dari berbagai sekolah dan sanggar tari memadati jalan protokol untuk memeriahkan Pentas Seni dan Budaya dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia sekaligus menyemarakkan rangkaian Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Sejak fajar menyingsing, geliat energi kreatifitas mulai terpancar. Lantunan musik tradisional yang berpadu apik dengan ritme modern berhasil menyedot perhatian ribuan warga. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Karanganyar ini sukses menyulap ruang publik menjadi ajang unjuk bakat yang memukau dan penuh warna.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dikbud Karanganyar, Heru Joko Sulistyono, menegaskan bahwa pagelaran ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut acara ini sebagai instrumen edukasi strategis untuk mendekatkan seni kepada Generasi Z dan Alpha.

"Kami memproyeksikan kegiatan ini sebagai wadah ekspresi sekaligus sarana menanamkan akar kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini. Kami ingin anak-anak merasa bangga dengan identitas budayanya," ujar Heru di sela-sela acara.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komunitas Kain Kebaya Indonesia Karanganyar, dr. Farida Nurhayati, menekankan pentingnya konsistensi dalam menyediakan ruang kreatif publik. Menurutnya, langkah ini krusial agar warisan leluhur tetap relevan dan tidak tergerus zaman.

Kehadiran Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menambah atmosfer semangat bagi para peserta. Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada para seniman muda yang tampil dengan totalitas penuh. Dalam arahannya, ia menggarisbawahi bahwa menjaga eksistensi budaya adalah tanggung jawab kolektif.

"Melihat antusiasme luar biasa hari ini, saya optimis budaya kita akan terus hidup. Pendidikan karakter berbasis budaya harus dimulai dari usia dini agar anak-anak tumbuh dengan jati diri bangsa yang kuat," tegas Bupati Rober.

Sepanjang acara, pengunjung disuguhi komposisi gerak yang variatif, mulai dari tari tradisional yang sarat filosofi hingga tari kreasi modern yang dinamis. Interaksi hangat antara penari dan penonton menciptakan atmosfer kolektif yang menghidupkan semangat gotong royong.

Melalui momentum Hari Tari Sedunia ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap nilai-nilai luhur budaya lokal tidak hanya berhenti sebagai tontonan, tetapi meresap menjadi fondasi karakter generasi penerus bangsa yang unggul dan berbudaya.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait