Gubernur Khofifah Pimpin Panen di Madiun, Jatim Siap Ekspor Beras

Sabtu, 09/05/2026 - 11:32
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung pimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Balerejo, Madiun

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung pimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Balerejo, Madiun

Klikwarta.com, Madiun - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung pimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Balerejo, Madiun, Jumat (8/5/2026). Targetnya kukuhkan Jatim sebagai lumbung pangan nasional sekaligus rebut kedaulatan pangan berkelanjutan di tengah gempuran krisis iklim dan gejolak global.

"Tidak sekadar maksimalkan produksi padi. Kita mau bawa Indonesia naik kelas, dari ketahanan pangan ke kedaulatan pangan berkelanjutan," tegas Khofifah di tengah sawah.

BPS catat, 2025 Jatim panen 1,84 juta hektare dengan produksi 10,44 juta ton GKG – naik 12,60% dari 2024. Januari-Juni 2026 diprediksi tembus 6,62 juta ton GKG, tumbuh 5,28% dibanding periode sama tahun lalu.

"Ini bukti pertanian Jatim resilien. Insya Allah Jatim tetap jadi tumpuan wujudkan ketahanan pangan Pak Presiden Prabowo secara berkelanjutan," ujar Khofifah optimistis.

Surplus beras Jatim kini buka peluang ekspor. Bagi Khofifah, pangan, pertahanan. "Ketahanan pangan erat kaitannya dengan pertahanan dan keamanan bangsa," tandasnya.

Pemprov Jatim ngebut modernisasi. Transplanter, rotavator, drone sprayer, combine harvester disebar. Tujuannya ganda yakni efisiensi naik, anak muda tertarik ke sawah.

"Alsintan modern ini sangat friendly dengan anak muda. Biar nggak semua lari ke kota. Mereka harus jadi penguat sektor pertanian," kata Khofifah.

Strategi lain benih unggul tahan kekeringan, pola tanam adaptif berbasis teknologi, pompanisasi irigasi, hingga sistem lapor cepat gagal panen & serangan OPT.

"Terima kasih para pahlawan pangan. Petani dan Gapoktan yang bikin produksi Jatim tertinggi se-Indonesia," ucapnya.

Plh. Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Tin Latifah, sebut Jatim kunci kejar target tanam nasional 16 juta hektare. Hingga Mei 2026, Jatim sudah tanam 238 ribu hektare dari target 1,7 juta hektare.

"Prediksi BPS, Semester I 2026 produksi Jatim naik 5 persen. Catatannya mitigasi puso karena OPT dan kekeringan harus ketat," ujar Tin. "Kami yakin target 5 persen tercapai."

Bupati Madiun Hari Wuryanto tegaskan Madiun siap jadi garda depan. 2025, Madiun panen 82.826 hektare, produksi 480 ribu ton GKG, produktivitas 5,8 ton/ha – bisa tembus 7 ton/ha.

 "Dengan dukungan provinsi, petani Madiun tetap terjamin meski panen melimpah," katanya. (**) 

Berita Terkait