Dua Dekade Duta Bahasa: Bersama Merawat Bahasa Indonesia di Kalangan Generasi Muda

Minggu, 20/09/2026 - 21:37
Bersama Merawat Bahasa Indonesia di Kalangan Generasi Muda

Bersama Merawat Bahasa Indonesia di Kalangan Generasi Muda

Klikwarta.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengumumkan Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti dari DKI Jakarta sebagai Terbaik I Duta Bahasa Nasional 2026 pada Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 di Graha Utama, Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (18/9).Perhelatan yang menandai 20 tahun perjalanan Duta Bahasa sejak 2006 ini menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

Mengangkat tema “Matribahasa-Matribumi”, Duta Bahasa Nasional 2026 mengajak generasi muda melihat bahasa ibu sebagai akar yang menopang bahasa persatuan, bahasa Indonesia, sekaligus membentuk identitas ibu pertiwi. Bahasa bukan sekadar sarana tutur, melainkan jembatan pemersatu keragaman etnis, budaya, dan geografis yang tumbuh seiring dengan sejarah perjuangan bangsa.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, berpesan agar para Duta Bahasa menjadi teladan dalam menggunakan bahasa Indonesia sekaligus penggerak kecintaan terhadap bahasa dan sastra, khususnya di kalangan generasi muda. “Peran dan amanah tersebut tidak berhenti pada rangkaian kegiatan atau masa penugasan, tetapi diharapkan terus tumbuh menjadi komitmen dan gerakan yang berkelanjutan. Saya berharap para Duta Bahasa dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang menguatkan partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui dukungan nyata dan peran aktif, kolaboratif, serta berdampak,” ucap Hafidz.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, melaporkan bahwa Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 berlangsung melalui tahapan seleksi di tingkat provinsi, pembekalan, penjurian final, hingga Puncak Penganugerahan di tingkat nasional. Menurutnya, program unggulan Badan Bahasa tersebut menjadi wadaj untuk melahirkan generasi muda terbina yang dapat menjadi mitra Badan Bahasa. “Pengalaman yang diperoleh selama menjalankan tugas menjadi pembelajaran yang bermakna untuk terus berkontribusi dalam upaya pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing sehingga dapat memartabatkan bahasa Indonesia,” ujar Hidayat.

Sebanyak 31 pasang finalis dari berbagai daerah mengikuti rangkaian penilaian sebelum maju ke Puncak Penganugerahan. Penilaian meliputi krida kebahasaan dan kesastraan, tuturloka, psikotes, unjuk talenta, penulisan artikel kebahasaan dan kesastraan, pembuatan video konten, serta performa panggung. Hasilnya, Terbaik II diraih Najwan Eka Murit Setiawan dan Siti Syahira Hasnainy Putri dari Jawa Timur; Terbaik III diraih I Km Wikananda Rama Satria Ms dan Kadek Dinda Amela Putri Darma dari Bali; Terbaik IV, Muhamad Akmal Musthofa dan Mitha Afrida Khairunnisa dari Jawa Barat; Terbaik V, Gayuh Ardian Fajri dan Krisna Puspita dari Daerah Istimewa Yogyakarta; serta Terbaik VI, Dimas Saputra dan Rahma Anggit Khairunnisa dari Kalimantan Barat. Sementara itu, Harapan I diraih Galih Widhia Putra dan Geri Melda Rina dari Lampung; Harapan II, Muhammad Berlian dan Alifya Aini Fauziyah dari Sumatra Barat; Harapan III, Zulfiqri Saputra Samsul dan Nilayanti dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat; serta Harapan IV, Reyhan Rahmat Ilahi dan Nasywa Luthfia Alfi dari Jambi. Predikat Terbaik Favorit Putra diraih Najwan Eka Murti Setiawan dan Terbaik Favorit Putri diraih Siti Syahira Hasnainy Putri, keduanya dari Jawa Timur.

Para juri kehormatan memberikan penguatan agar Duta Bahasa tidak hanya menjadi teladan dalam penggunaan bahasa, tetapi juga aktif mengisi ruang publik dan media sosial dengan konten yang positif dan relevan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyampaikan bahwa Duta Bahasa merupakan aset bangsa yang perlu terus dibina dan diberdayakan sebagai mitra Badan Bahasa, Kemendikdasmen, dan unit pelaksana teknis di daerah. Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Chacha Annisa, mendorong Duta Bahasa untuk aktif di masyarakat dan media sosial, sedangkan Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Peningkatan _Science, Technology, Engineering, and Mathematics_ (STEM) dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, mengajak para finalis terus mengasah kemampuan dan memperbanyak pengalaman untuk mengampanyekan Trigatra Bangun Bahasa
.
Terpilih sebagai Terbaik I, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti menyampaikan komitmen untuk menjadi mitra strategis Badan Bahasa dalam mengembangkan dan melakukan pembinaan kebahasaan, terutama bagi generasi muda. “Kami juga akan berkolaborasi lebih luas lagi bersama Badan Bahasa dan Ikatan Duta Bahasa Nasional serta merangkul berbagai pihak untuk mengimplementasikan Trigatra Bangun Bahasa,” ungkap Immanuel. Dania menambahkan,” Harapannya, Duta Bahasa Nasional tidak hanya menjadi perpanjangan tangan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tetapi juga bisa menjadi jembatan kebutuhan yang ada di masyarakat jika ada masalah atau keluhan tentang kebahasaan dan kesastraan.”

Dengan berakhirnya Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026, para Duta Bahasa diharapkan melanjutkan perannya di tengah masyarakat melalui tindakan nyata yang sesuai dengan dinamika perkembangan zaman. Kehadiran mereka diharapkan turut memantapkan fungsi bahasa Indonesia, memperkuat jati diri, serta meningkatkan daya saing bangsa melalui kecintaan terhadap bahasa dan sastra. (**) 

Berita Terkait