Muhammad Shodiq: Dari Aktivis PII, Matematika UNAIR hingga Pemimpin Talenta Perbankan

Sabtu, 22/08/2026 - 18:11
Muhammad Shodiq

Muhammad Shodiq

Klikwarta.com, Surabaya, 22 Agustus 2026 - Jalan hidup Muhammad Shodiq, S.Si., MT., CIFP., tidak bergerak dalam satu garis lurus. Berawal dari bangku kuliah Matematika Universitas Airlangga (UNAIR) dan aktivitas organisasi di Pelajar Islam Indonesia (PII), ia kemudian menapaki dunia keuangan hingga dipercaya memimpin pengembangan talenta dan kapabilitas pembelajaran di salah satu bank swasta nasional terbesar di Indonesia.

Shodiq, begitu ia akrab disapa, kini menjabat Senior Vice President—Head of Talent Factory & Learning Capability Development di Bank CIMB Niaga. Lebih dari 25 tahun berkecimpung di sektor keuangan membuatnya bersentuhan dengan berbagai bidang, mulai dari perbankan syariah dan Islamic finance hingga pengembangan sumber daya manusia dan transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

Perjalanan tersebut berawal ketika Shodiq menjadi mahasiswa S1 Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNAIR angkatan 1993. Di luar aktivitas akademik, ia juga aktif dalam organisasi. Pada periode 1996-1998, Shodiq dipercaya sebagai Ketua Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jawa Timur.

Bagi Shodiq, pengalaman organisasi menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan kepemimpinan dan cara berinteraksi dengan berbagai kalangan.

"Pengalaman berorganisasi mengajarkan saya bahwa memimpin bukan hanya tentang mengambil keputusan. Ada proses mendengar, memahami perbedaan, membangun kepercayaan, dan menggerakkan orang untuk mencapai tujuan bersama," ujar Shodiq. 

Setelah menyelesaikan pendidikan Matematika di UNAIR, Shodiq melanjutkan studi magister Teknik Mesin di Universitas Indonesia pada 2000.

Lintasan pendidikannya kemudian berkembang ke bidang keuangan. Pada 2007, ia memperoleh beasiswa penuh untuk mengikuti program Chartered Islamic Finance Professional (CIFP) bidang Islamic Banking & Finance di International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF), Malaysia.

Pengembangan kompetensinya berlanjut melalui program Accelerated Universal Banker di Nanyang Business School, Nanyang Technological University (NTU), Singapura, pada 2017. Pada 2022, ia mengikuti Sustainability Leadership Program di Institute for Sustainability Leadership, University of Cambridge, Inggris.

Karier profesional Shodiq kemudian berkembang di sejumlah institusi keuangan. Ia pernah berkiprah di Bank Danamon Syariah, Fajr Capital, Bank BRI Syariah, dan Sampoerna Financial Group—Sampoerna Strategic.

Latar belakang Matematika, pengalaman organisasi, serta pendidikan profesional di bidang keuangan menjadi bekal ketika ia kemudian masuk lebih jauh ke ranah pengembangan manusia dan organisasi.

"Saya melihat Matematika bukan hanya soal angka. Yang paling penting adalah cara berpikirnya: logis, sistematis, mampu membaca persoalan dan mencari solusi. Cara berpikir seperti itu tetap saya gunakan ketika menghadapi persoalan di dunia kerja," kata Shodiq. 

Di Bank CIMB Niaga, Shodiq kemudian dipercaya menangani pengembangan talenta dan kapabilitas pembelajaran. Salah satu fokusnya adalah mendorong transformasi pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Sejumlah inovasi yang dikembangkan mencakup digital learning, virtual reality (VR) learning, artificial intelligence-based virtual reality learning, hingga learning experience platform.

Transformasi tersebut membuat pembelajaran di lingkungan kerja tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Teknologi digunakan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pekerja dan perubahan industri.

Pada 2022, CIMB Niaga memperoleh penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bank yang pertama menerapkan pembelajaran menggunakan VR learning. Inovasi tersebut juga mendapat pengakuan dari berbagai lembaga nasional dan internasional, termasuk Brandon Hall di Amerika Serikat.

"Teknologi hanyalah alat. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi itu membuat orang belajar lebih efektif, relevan, dan siap menghadapi perubahan. Pada akhirnya, transformasi pembelajaran harus bermuara pada pengembangan manusia," ujar Shodiq. 

Kiprahnya di bidang learning and development kemudian mendapat pengakuan internasional. Pada 2023, Shodiq meraih Top Learning & Development Awards South East Asia dari CoachHub dan People Matters di Singapura.

Pada 2024, ia kembali memperoleh penghargaan HR Leader of The Year (Gold) dalam Indonesia Human Resources Excellence Award yang diselenggarakan Human Resources Online.

Di luar dunia korporasi, Shodiq juga tetap terlibat dalam pengembangan pendidikan dan profesionalisme di bidang Islamic Banking & Finance. Ia merupakan salah satu pendiri sekaligus General Manager Islamic Banking & Finance Institute (IBFI) Universitas Trisakti.

Ia juga aktif menulis buku, makalah, dan artikel mengenai ekonomi, perbankan, Islamic finance, serta pengembangan sumber daya manusia. Tulisan dan pemikirannya telah dipublikasikan di sejumlah media dan platform, antara lain The Jakarta Post, Islamic Finance News, Manage HR Magazine, HR Tech Outlook, Republika, dan Kompas.

Perjalanan Shodiq juga meninggalkan kesan bagi orang-orang yang mengenalnya sejak masa muda.

M. Sugiharto, Wakil Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur, mengenal Shodiq sejak masih menjadi mahasiswa Matematika UNAIR. Ia mengingat Shodiq sebagai sosok sederhana yang pernah menjalani masa kuliah dengan sepeda ontel.

"Saya dulu melihat dia naik sepeda ontel menelusuri pinggiran jalan protokol di Surabaya saat sedang menempuh S1 Jurusan Matematika di UNAIR," kata Sugiharto.

Pertemanan mereka berlanjut ketika Shodiq sudah bekerja di Jakarta. Sugiharto mengaku pernah bertemu Shodiq di sekitar kantor Bank Sampoerna dan kemudian diajak ke rumahnya di kawasan Cawang.

Menurut Sugiharto, perjalanan karier tidak banyak mengubah karakter Shodiq.

"Orangnya tetap sederhana dan bersahaja. Tampang seriusnya tetap dominan, walaupun saya tahu dia berusaha menutupinya," ujar Sugiharto.

Agus Barlianto, mahasiswa Program Doktoral IPB University, juga melihat sisi lain dari perjalanan Shodiq. Ia menilai pencapaian profesional Shodiq tidak terlepas dari karakter dan keteguhannya dalam menjalani proses.

"Ikut bangga atas prestasi Shodiq. Pejuang yang teguh dan bersahaja seperti ayahandanya," ujar Agus.

Bagi Shodiq, perjalanan dari Matematika menuju dunia perbankan bukanlah sebuah lompatan yang memutus hubungan dengan disiplin ilmu yang dipelajarinya sejak kuliah.

Sebaliknya, ia melihat kemampuan analitis, berpikir sistematis, dan memecahkan masalah yang dibangun melalui pendidikan Matematika sebagai fondasi yang tetap relevan dalam berbagai bidang.

"Karier mungkin membawa kita ke berbagai bidang, tetapi fondasi cara berpikir tetap menjadi modal. Bagi saya, terus belajar dan beradaptasi jauh lebih penting daripada sekadar bekerja di satu bidang yang sama sepanjang karier," kata Shodiq. 

Dari aktivis PII Jawa Timur, mahasiswa Matematika UNAIR, profesional Islamic finance, hingga pemimpin pengembangan talenta di industri perbankan, perjalanan Shodiq memperlihatkan bagaimana pendidikan, pengalaman organisasi, dan pembelajaran berkelanjutan dapat membentuk karier lintas disiplin.

Perjalanan itu sekaligus menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan tidak selalu menentukan satu-satunya jalan karier. Yang menentukan adalah bagaimana pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi terus dikembangkan ketika seseorang memasuki ruang profesional yang semakin kompleks.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait