Poros Muda NU Berharap Muktamar ke-35 NU Lahirkan Pemimpin Baru Berakhlak dan Komitmen Terhadap Jam'iyyah

Jumat, 29/05/2026 - 21:40
Ketua Umum Poros Muda NU, Ramadan Isa

Ketua Umum Poros Muda NU, Ramadan Isa

Klikwarta.com - Kornas Poros Muda Nahdlatul Ulama (PMNU) menilai kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021–2026 belum berjalan maksimal sesuai harapan dan aspirasi warga Nahdliyin secara luas.

Ketua Umum Poros Muda NU, Ramadan Isa menyampaikan evaluasi kritis sekaligus catatan penting menjelang Muktamar ke-35 NU pada 1 - 5 Agustus 2026 mendatang.

Ramadan Isa menyatakan bahwa meskipun terdapat beberapa upaya positif, secara keseluruhan program kerja strategis dan gagasan besar yang dicanangkan masih sangat minim terealisasi.

Konsolidasi internal organisasi dinilai jauh dari kokoh, sementara respons terhadap berbagai dinamika sosial-keagamaan dan politik nasional cenderung redup.

“Penilaian ini bukan untuk menyalahkan, melainkan sebagai bahan evaluasi mendalam agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang. Lima tahun terakhir harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen NU,” kata Ramadan Isa, dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Alumni Daarul Rahman Jakarta ini menegaskan bahwa Muktamar ke-35 merupakan titik balik krusial bagi Nahdlatul Ulama.

Seluruh elemen organisasi harus lebih selektif, teliti, dan cermat dalam memilih pemimpin baru.

“Ketua Umum PBNU mendatang bukan hanya tokoh yang populer atau memiliki garis keturunan semata, melainkan sosok yang memiliki visi besar, peta jalan yang jelas, keberanian mengambil keputusan strategis untuk kepentingan jam’iyyah, serta mampu menyatukan seluruh lapisan NU dari akar rumput hingga pusat menjadi kekuatan kolektif yang solid,” tegasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Dhani itu, Poros Muda NU juga menekankan pentingnya pemimpin baru yang mampu mengembalikan NU pada jati dirinya sebagai gerakan sosial-keagamaan yang mandiri, berpihak sepenuhnya kepada kepentingan umat, serta istiqomah menjaga tradisi dan nilai-nilai Islam Nusantara.

“Kami akan mengawal proses untuk memastikan muktamar dilaksanakan secara bermoral sehingga dapat menghasilkan pemimpin dengan keilmuan, akhlak, komitmen serta keberpihakannya terhadap kepentingan jam’iyyah yang tidak perlu dipertanyakan. NU ini kompas moral negara, maka kepemimpinan di dalamnya harus lahir dari proses yang baik dan benar,” tegas alumni PMII Ciputat tersebut.

Dhani mengungkapkan, Poros Muda NU berkomitmen akan berpartisipasi aktif mengawal seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, menyuarakan aspirasi generasi muda, serta mendorong terwujudnya kepemimpinan yang mampu memperkuat persatuan internal, memajukan organisasi, dan memperbesar kontribusi NU bagi bangsa dan negara. (**)

Berita Terkait