Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani
Klikwarta.com, Gresik - Program Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK TPKT) Tahun Anggaran 2025 resmi menyentuh pesisir utara Gresik. Kawasan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng yang selama ini dikenal paling padat dan harga tanahnya paling tinggi, kini ditata ulang.
Peresmian dilakukan Sabtu (1/8/2026) oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Gresik-Lamongan, M Samwil, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, Campurejo dipilih karena kondisinya yang mendesak. Ia menyebut kepadatan dan harga tanah di Campurejo setara dengan kawasan Paciran, Blimbing, dan Brondong di Lamongan.
"Pemukiman ini berpepetan dengan Lamongan, ada 3-4 desa, itu paling padat di daerah Gresik, dan harga tanah juga yang paling tinggi. Di sini ini bukan untuk perumahan, jadi perumahan biasa, tanah rakyat," ujar Samwil.
Dengan adanya program ini, Samwil berterima kasih kepada Menko AHY, Gubernur Khofifah dan Bupati Fandi yang sudah memfasilitasi terbangun pemukiman.
Menurut politisi asal Partai Demokrat ini, si Campurejo, program ini membangun 102 unit rumah baru. Selain itu ada penataan kawasan seluas 7,11 hektare yang dihuni sekitar 1.152 jiwa atau 288 kepala keluarga.
Total ada 145 unit yang dibiayai DAK TPKT, terdiri dari 102 unit rumah baru dan 43 unit peningkatan kualitas RTLH. Sementara 21 unit lainnya berasal dari program CSR, termasuk dukungan Habitat for Humanity.
Samwil menyebut ini baru titik awal. Tahap berikutnya akan menyasar Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu. Nantinya ada bedah rumah di di desa Randuboto, kecamatan Sidayu Gresik sebanyak 70 unit.
"Di daerah kami ini sudah, kalau di Campurejo itu 102 unit, yang lainnya nanti ada di Sidayu ada sekitar 70-an unit bedah rumah dan renovasi," bebernya.
Ia menjelaskan tidak semua kecamatan bisa langsung dapat karena terkendala lahan. Mengingat pembangunan berdiri diatas tanah desa.
"Pembangunan tidak dilakukan setiap kecamatan karena terkendala ketersediaan lahan. Tanah yang akan dibangun harus milik desa," ujarnya.
Samwil menekankan program ini tidak hanya membangun rumah. Penataan juga menyentuh infrastruktur dasar agar lingkungan lebih sehat.
"Ini bukan cuma soal perumahan saja, sesuai yang disampaikan Menko, pembangunan ini juga soal kawasan yang bersih dan sehat. Jadi tatanan IPAL-nya, kondisi rumahnya, jadi sudah dikatakan oleh testimoni warga tadi, dia sekarang sudah lumayan betah di dalam rumah, juga nggak sering keluar rumah katanya," ucapnya.
Infrastruktur yang dibangun meliputi paving jalan lingkungan, perbaikan drainase, perluasan jaringan air bersih, pembangunan IPAL domestik, hingga penyediaan fasilitas TPS3R.
"Terimakasih sekali lagi kepada Pak Menko, Gubernur, dan Bupati Gresik, yang telah memberikan warga fasilitas rumah seperti ini. Terima kasih banyak. Rencananya ada penambahan kawasan lain karena ini terus berlangsung," pungkas Samwil.
Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu daerah prioritas pelaksanaan DAK TPKT 2025. Selain Gresik, program serupa juga dijalankan di Kabupaten Lumajang, Madiun, Mojokerto, dan Pasuruan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (**)








