Wabup Rahmat Optimis Yandri Susanto Mampu Hadirkan Politik Kebangsaan Saat Jadi Wakil Ketua MPR

Jumat, 01/07/2022 - 04:40
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso (kanan) Hadiri dan Ucapkan Selamat kepada Yandri Susanto (kiri) Usai Dilantik Jadi Wakil Ketua MPR RI

Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso (kanan) Hadiri dan Ucapkan Selamat kepada Yandri Susanto (kiri) Usai Dilantik Jadi Wakil Ketua MPR RI

Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso berharap dan optimis Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga eks Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, mampu menghadirkan dan mengedapankan politik kebangsaan saat menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI nantinya.

Yandri Susanto resmi dilantik menjadi Wakil Ketua MPR RI pada Kamis (30/6/2022), menggantikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang saat ini menjabat Menteri Perdagangan. Wabup Rahmat, turut menghadiri prosesi pelantikan Yandri menjadi jajaran pimpinan MPR RI itu.

"Semoga amanah mengemban tugas-tugas barunya sebagai Wakil Ketua MPR. Harapan saya tentu agar Mas Yandri terus mengedepankan politik kebangsaan sebagaimana pesan Bang Zul. Saya yakin Mas Yandri mampu untuk itu. Jadi saya mengucapkan selamat untuk Mas Yandri," kata pria yang juga Wakil Ketua DPW PAN Jawa Timur ini.

Yandri Susanto dilantik sebagai Wakil Ketua MPR menyusul Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Perdagangan. Yandri dilantik oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo di ruang rapat MPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Seusai dilantik Yandri menyampaikan terima kasih kepada PAN yang telah menunjuknya menggantikan Zulkifli Hasan. Dia mengatakan tugas sebagai pimpinan MPR sangat berat, tapi jika dijalankan secara sungguh-sungguh pasti bisa.

“Intinya saya akan ikuti tugas dan fungsi saya di Wakil Ketua MPR RI, tentu dengan tetap dalam koridor bimbingan guru politik saya Bang Zulkifli Hasan,” tuturnya.

Yandri juga menyampaikan pesan Zulkifli Hasan. Zulhas, kata Yandri, meminta dirinya untuk menjadi negarawan. Ia harus mengedepankan politik kebangsaan.

“Politik kebangsaan harus menjadi isu yang dijunjung terus karena negara sedang mengalami pembelahan dan polarisasi yang belum selesai,” ujar Yandri.

Yandri mengajak semua pihak untuk bersatu menyatukan rasa persaudaraan. Karena, menurutnya, dengan bersatu saja belum tentu kuat, apalagi bila tercerai-berai.

“Saya Insya Allah hadir untuk merajut itu kembali, karena tidak ada untungnya kita pecah belah,” pungkas Yandri.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait