Tinjau Lokasi Gempa Flores, Gubernur NTT: 33 Orang Meninggal, Status Bencana Provinsi Diproses

Sabtu, 15/08/2026 - 16:36
Petugas Basarnas NTT saat mencari korban dibawah reruntuhan usai gempa.

Petugas Basarnas NTT saat mencari korban dibawah reruntuhan usai gempa.

NTT, Klikwarta.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT meninjau penanganan pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu siang, 15 Agustus 2026. Setibanya di Maumere, Kabupaten Sikka, rombongan langsung bergerak memantau sejumlah titik terdampak.

Dalam pemantauan tersebut, Gubernur Melki didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia J. Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII Kupang, serta jajaran pimpinan DPRD NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka.

“Hari ini kami dari Forkopimda Provinsi NTT memantau langsung penanganan bencana gempa Flores,” ujar Melki di Maumere, Sabtu.

Melki menjelaskan bahwa koordinasi penanganan bencana dilakukan secara intensif dengan melibatkan seluruh lini pemerintahan, TNI, dan Polri hingga tingkat kabupaten. Informasi terkait jumlah korban jiwa, korban luka, maupun tingkat kerusakan infrastruktur terus diperbarui secara berkala.

Data Sementara Korban Jiwa dan Luka-luka

Hingga pukul 14.00 WITA, data sementara mencatat sebanyak 33 orang meninggal dunia akibat guncangan gempa Flores. Korban tersebar di lima kabupaten, yaitu:

Manggarai: 14 orang

Manggarai Timur: 14 orang

Kabupaten Sikka: 3 orang

Nagekeo: 1 orang

Manggarai Barat: 1 orang

Selain korban meninggal, sebanyak 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Rinciannya meliputi 13 orang di Kabupaten Ende, 6 orang di Sikka, dan 4 orang di Manggarai.

Melki menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring dengan proses pencarian, evakuasi, serta pendataan di lapangan. “Kami terus memantau laporan korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan yang terjadi. Perkembangan akan terus kami update,” kata Melki.

Kerusakan Infrastruktur dan Pemulihan Layanan Dasar

Bencana gempa bumi ini juga mengakibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas publik dan infrastruktur di kawasan Flores. Di Kabupaten Sikka, Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan jaringan bangunan juga melanda sejumlah titik di Kabupaten Ende.

Guncangan gempa turut memicu tanah longsor yang menutup beberapa ruas jalan. Penanganan darurat kini mulai dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas PUPR Provinsi NTT, serta Dinas PUPR kabupaten terkait.

Sementara itu, pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi terus diupayakan. Pasokan listrik di sejumlah wilayah terdampak mulai kembali pulih, sedangkan pemulihan jaringan telekomunikasi dilakukan secara bertahap.

Pemenuhan Kebutuhan Pengungsi Jadi Prioritas

Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, pemerintah memprioritaskan penanganan warga terdampak dan pengungsi. Melki menyebutkan bahwa Tim SAR digerakkan untuk mengevakuasi korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Pemerintah juga memastikan pasokan logistik bagi pengungsi yang rumahnya rusak berat atau tidak dapat dihuni. “Kami memastikan makan dan minum seluruh korban yang mengungsi terpenuhi dengan baik,” tegas Melki.

Terkait kebutuhan mendesak seperti tenda dan selimut, Melki menginstruksikan seluruh jajaran di lapangan untuk segera memanfaatkan logistik lokal yang tersedia tanpa menunggu bantuan dari luar daerah agar penanganan berjalan lebih cepat.

Penetapan Status Bencana

Mengenai status tanggap darurat, Pemprov NTT telah memproses penetapan status bencana tingkat provinsi. Adapun untuk status bencana nasional, Melki menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Kalau mengusulkan, tentu kami bisa usulkan. Namun kewenangan kami untuk menjadikan ini bencana provinsi sudah kami proses. Penentuan bencana nasional ada di pemerintah pusat. Kami akan menyampaikan data lapangan apa adanya sebagai bahan pertimbangan,” ujarnya.

Pemerintah pusat dijadwalkan bakal menurunkan tim ke NTT untuk meninjau langsung kondisi lapangan sekaligus menyalurkan dukungan penanganan pascabencana.

Pewarta : Kordianus Lado

Berita Terkait