Pertumbuhan Ekonomi Jember Tertinggi di Sekar Kijang, Capai 6,35 Persen pada Triwulan I 2026

Jumat, 12/06/2026 - 12:58
Pertumbuhan Ekonomi Jember Tertinggi di Sekar Kijang, Capai 6,35 Persen pada Triwulan I 2026

Pertumbuhan Ekonomi Jember Tertinggi di Sekar Kijang, Capai 6,35 Persen pada Triwulan I 2026

Klikwarta.com, Jember - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 6,35 persen secara tahunan (year on year/yoy). Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan Sekar Kijang serta melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang sebesar 5,96 persen dan nasional yang mencapai 5,61 persen.

Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, mengatakan pertumbuhan ekonomi yang kuat pada awal tahun ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus bergerak positif di berbagai sektor strategis.

“Jember mencatat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan daerah sekitar seperti Banyuwangi sebesar 6,14 persen, Lumajang 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,42 persen,” ujarnya.

Menurut Peni, terdapat empat lapangan usaha utama yang menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Jember pada Triwulan I 2026. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan andil sebesar 1,51 persen, diikuti industri pengolahan 1,45 persen, perdagangan 0,89 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,72 persen.

Kinerja sektor pertanian menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Produksi tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, mengalami peningkatan signifikan. Produksi padi bahkan tumbuh sekitar 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung kondisi cuaca yang lebih baik dan curah hujan yang cukup.

Selain itu, sektor peternakan juga menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya permintaan daging dan telur ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara di sektor perikanan, hasil tangkapan ikan laut pada Triwulan I 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Meningkatnya produksi pertanian dan industri pengolahan turut mendorong aktivitas perdagangan. Bertambahnya volume komoditas yang diproduksi dan dipasarkan membuat perputaran ekonomi masyarakat semakin meningkat.

Dari sisi sektoral, penguatan ekonomi Jember juga didorong oleh sektor sekunder, terutama industri pengolahan dan konstruksi. Industri pengolahan mengalami peningkatan berkat naiknya produksi industri makanan dan minuman sekitar 7 persen serta pertumbuhan beberapa subkategori industri lainnya yang mencapai sekitar 5 persen.

Sementara itu, sektor konstruksi mengalami pertumbuhan signifikan yang dipicu pembangunan Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Kabupaten Jember. Jika pada Triwulan I 2025 jumlah SPPG masih berada pada kisaran satu digit, maka pada periode yang sama tahun 2026 jumlahnya telah mendekati 200 unit.

Selain sektor-sektor tersebut, lapangan usaha jasa perusahaan menjadi sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhan ini didorong meningkatnya aktivitas rekreasi masyarakat serta tingginya minat terhadap perjalanan wisata religi seperti umrah.

Sektor penyediaan akomodasi, makan, dan minum juga mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan seiring meningkatnya kebutuhan penyediaan konsumsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Peni menegaskan bahwa dominasi sektor pertanian dan industri dalam struktur perekonomian Jember menjadi faktor utama yang membuat pertumbuhan ekonomi daerah lebih cepat dibandingkan banyak kabupaten lain di Jawa Timur.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa sektor pertanian memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap kondisi cuaca sehingga rentan terhadap fluktuasi. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai sektor ekonomi lainnya diperlukan agar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi yang kuat perlu ditopang oleh diversifikasi sektor ekonomi agar tetap stabil dan berkelanjutan setiap tahun,” pungkasnya. (**) 

Berita Terkait