Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Misery Efendi
Klikwarta.com, Jatim - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Misery Efendi, memaparkan hasil jaring aspirasi yang ia lakukan di wilayah selatan Jawa Timur. Infrastruktur menjadi keluhan utama warga, khususnya pasca bencana.
Politisi asal dari Dapil Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan itu menyebut di Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan masih banyak jembatan yang rusak akibat bencana dan belum diperbaiki hingga 4-6 tahun terakhir.
"Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Pacitan yang kemarin kami laksanakan jaring aspirasi, banyak jembatan-jembatan pasca bencana yang hampir 4, 5, 6 tahun hingga sekarang belum kebangun," ungkapnya.
Politisi asal Partai Demokrat itu meminta pada melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur lewat program rekonstruksi dan rehabilitasi bisa membantu bantu lewat anggaran APBD Provinsi Jatim.
Keluhan kedua terkait jalan poros desa yang menjadi kewenangan kabupaten/kota. Dimana di Kabupaten Pacitan, pembangunan jalan penghubung ke Trenggalek dan Ponorogo baru mencapai 40 persen.
"Kedua, banyak jalan-jalan poros desa yang menjadi kewenangan kabupaten, nasibnya juga sama, khususnya di Kabupaten Pacitan. Hingga sekarang menghubungkan ke Trenggalek, menghubungkan ke Ponorogo yang menjadi kewenangan kabupaten, baru 40 persen yang kebangun," bebernya.
Misery menyampaikan pembangunan itu terkendala dengan kapasitas fiskal, anggaran untuk belanja modal, untuk belanja infrastruktur. Ia menilai minimnya anggaran infrastruktur karena porsi belanja daerah masih didominasi belanja pegawai. Padahal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) sudah diatur minimal 30 persen untuk belanja modal.
"Karena rata-rata sana lebih banyak untuk belanja pegawai, walaupun di Undang-Undang HKPD, dipastikan 30 persen, tapi untuk 2026 ini kayaknya belum juga bisa menembus di angka 30, masih di atas di angka itu," papar Misery.
Selain jalan dan jembatan, warga juga mengeluhkan sulitnya akses air bersih dan jaringan listrik yang tidak stabil. Masyarakat harus mengambil air bersih dari tempat yang jauh berkilo-kilo meter.
Jika ingin pipanisasi, masyarakat harus patungan untuk membeli pipa yang panjangnya berkilo-kilo meter. Maka Misery meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa membantu pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Untuk listrik, Misery menerima aspirasi dari 11 kepala desa di Pacitan dengan 9 titik usulan perbaikan jaringan. Namun baru 1 titik yang sudah dikerjakan PLN.
"Kami menerima 11 kepala desa yang menemui saya, itu ada 9 titik yang diusulkan, dan sekarang baru satu titik yang digarap oleh PLN melalui jaringan-jaringan besar, yang tentu nominalnya miliaran rupiah di Pacitan," jelasnya.
Begitu juga halnya di Ponorogo yang sudah tergarap ada 3 titik, dan masih ada 5 titik yang belum direalisasikan.
Misery berharap Pemprov Jatim melalui BPBD dan OPD terkait bisa segera membantu percepatan rekonstruksi infrastruktur di dapilnya, agar pelayanan dasar kepada masyarakat bisa lebih merata. (*)








