Pemkot Blitar Bangun Kampung Tangguh, Begini Respon Dewan

Senin, 18/05/2020 - 19:10
Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim (foto : Faisal NR / dok. Klikwarta.com)

Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim (foto : Faisal NR / dok. Klikwarta.com)

Klikwarta.com | Kota Blitar - Kalangan DPRD Kota Blitar menilai positif rencana pembangunan Kampung Tangguh Bencana Covid-19.

Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim menilai kebijakan itu baik, apabila benar-benar membantu beban kebutuhan masyarakat dalam keseharian dimasa pandemi Covid-19 masih berlangsung. "Semoga dilaksanakan benar-benar untuk membantu masyarakat.," kata dia, Senin (18/05/2020).

Seperti diketahui, disaat pandemi virus Korona atau Covid-19 menyerang segala lini kebutuhan manusia, memantik Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar segera membangun Kampung Tangguh Covid-19 di tiga kecamatan di kota Blitar.

Plt Walikota Blitar Santoso menyebut pembentukan Kampung Tangguh Covid-19 itu, konsep dan operasionalnya saat ini tengah dibahas dengan tiga pilar pemerintahan, yakni bersama Polres Blitar Kota dan Kodim 0808/Blitar.

Secara umum, kata Santoso, Kampung Tangguh Covid-19 itu nanti akan membantu melayani dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, hingga ketanggapan upaya-upaya untuk menangkal potensi sebaran Covid-19. 

"Karena kota Blitar ada tiga kecamatan dan zona merah di kelurahan Tanjungsari, kita akan tetap membuat pilot project di tiga kecamatan berupa Kampung Tangguh. Namanya Kampung Tangguh, berarti mampu mengatasi terhadap Covid-19," jelas Santoso seusai mengikuti Sosialisasi Pembentukan Kampung Tangguh di ruang Sasana Praja kantor Walikota Blitar, Senin (18/05/2020).

Diterangkan Santoso, pembahasan persiapan pembentukan Kampung Tangguh Bencana Covid-19 ini merupakan hasil telekonferensi bersama Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur dan Pangdam V/Brawijaya, dimana diharuskannya membentuk Kampung Tangguh oleh kabupaten/kota di Jawa Timur yang berada dalam zona merah.

Dia menuturkan, minggu depan pembentukan Kampung Tangguh di tiga kecamatan bisa dimulai. Pasalnya, pekan ini pihaknya meminta masing-masing stakeholder mampu merampungkan formula pendirian Kampung Tangguh, mulai komponen Kampung Tangguh, dasar hukum, hingga operasionalitas dan pertanggungjawaban dibangunkannya Kampung Tangguh. 

"Tapi perlu ada penyempurnaan-penyempurnaan. Contoh, masalah ketahanan pangan. Kemarin saya lihat di kecamatan Sananwetan ada masyarakat yang bergotong royong menyediakan sayur mayur gratis, solidaritas tumbuh. Inilah bentuk ketahanan pangan yang dibuktikan melalui solidaritas masyarakat," urainya.

(Faisal) 

Berita Terkait