Operasi SAR Pendaki Hilang di Mongkrang Resmi Ditutup, Nasib Yasid Masih Misteri

Sabtu, 31/01/2026 - 22:27
Tim SAR gabungan, Sabtu (31/1/2026) sore, secara resmi menyatakan menutup operasi pencarian Yasid Ahmad Firdaus (26), pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Gondosuli Tawangmangu, Karanganyar.

Tim SAR gabungan, Sabtu (31/1/2026) sore, secara resmi menyatakan menutup operasi pencarian Yasid Ahmad Firdaus (26), pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Gondosuli Tawangmangu, Karanganyar.

MKlikwarta.com, Karanganyar – Setelah 14 hari perjuangan tanpa henti menembus medan terjal dan cuaca yang tak menentu, operasi pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Colomadu yang hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Gondosuli Tawangmangu, Karanganyar, akhirnya mencapai titik antiklimaks.

Pada Sabtu (31/1/2026) sore, tim SAR gabungan secara resmi menyatakan operasi pencarian ditutup meskipun keberadaan penyintas masih menjadi misteri besar.

Hari ke-14 pencarian ditandai dengan upaya all-out. Ratusan personel yang terbagi dalam 12 Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk menyisir setiap jengkal area yang dicurigai.

Strategi pencarian dibagi secara spesifik, tim vertical rescue (SRU 2) fokus pada tebing-tebing curam, SRU 4 dengan 41 personel membongkar area Kali Dandang yang dikenal memiliki medan berat, dan Tim "Hantu Beruk" menyisir jalur alternatif untuk memastikan tidak ada celah yang terlewatkan.

Teknologi canggih seperti drone pemantau udara hingga keterlibatan tim ahli dari Wanadri pun belum mampu menguak teka-teki hilangnya pemuda asal Colomadu tersebut.

Keputusan untuk menghentikan operasi diambil setelah evaluasi mendalam yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari BASARNAS, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan lintas daerah.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan bahwa meskipun segala daya upaya telah dikerahkan, hasil di lapangan tetap nihil.

"Sampai hari ke-14 ini, hasil pencarian masih nihil. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan evaluasi teknis, Operasi SAR secara resmi kami nyatakan ditutup," ujar Hendro.

Senada dengan itu, Kasubsie Operasi Basarnas Surakarta, Basuki, menegaskan bahwa tidak adanya tanda-tanda atau jejak fisik yang ditinggalkan penyintas sejak hari pertama menjadi kendala utama dalam menentukan arah pencarian.

Meski posko utama ditarik dan personel kembali ke kesatuan masing-masing, Basuki menegaskan bahwa upaya pencarian belum sepenuhnya tertutup. Pencarian akan beralih ke moda mandiri dan pemantauan berkala.

"Jika nantinya ditemukan tanda-tanda baru atau bukti yang mengarah pada keberadaan survivor, Operasi SAR akan segera kami buka kembali secara darurat," tambahnya.

Tragedi di Bukit Mongkrang ini menjadi pengingat keras bagi para pecinta alam. Medan pegunungan yang tidak terprediksi menuntut kewaspadaan tinggi dan kepatuhan mutlak terhadap standar prosedur keselamatan. Kini, Bukit Mongkrang kembali sunyi, menyisakan doa agar keberadaan Yasid segera menemukan titik terang.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait