Gempa M7,7 Guncang NTT, Dinding Gedung Kampus Unika Santu Paulus Ruteng Ambruk

Sabtu, 15/08/2026 - 15:22
Kondisi kerusakan Dinding Gedung Kampus Unika Santu Paulus Ruteng.  Foto:Istimewa/Kordianus Lado

Kondisi kerusakan Dinding Gedung Kampus Unika Santu Paulus Ruteng. Foto:Istimewa/Kordianus Lado

RUTENG, Klikwarta.com — Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus, menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur penting. Salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak parah adalah kampus Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Dinding salah satu gedung di area kampus tersebut dilaporkan ambruk akibat tak kuat menahan guncangan keras yang terjadi sekitar pukul 05.58 WITA. Peristiwa ini langsung memicu kepanikan warga di sekitar kawasan kampus dan Kota Ruteng secara umum.

Dinding Kampus Ambruk dan Kepanikan Warga

Kerusakan pada gedung Unika Santu Paulus Ruteng menjadi salah satu potret dampak gempa di wilayah daratan Flores. Selain fasilitas kampus, guncangan hebat membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Asri, seorang warga Ruteng, menuturkan bahwa guncangan gempa terasa sangat kuat dan secara mendadak membuat suasana mencekam.

"Warga langsung berlarian keluar rumah karena takut.Mereka bilang ada potensi tsunami juga kk yang membuat warga kwatir," kata Asri saat dihubungi, Sabtu.

Hingga saat ini, pihak pengelola Unika Santu Paulus bersama otoritas setempat masih menginventarisasi kerusakan fisik bangunan kampus serta memastikan keamanan di area sekitar lokasi kejadian.

BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Tsunami

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Karena pusat gempa yang tergolong dangkal, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami untuk wilayah pesisir terdampak.

Guncangan tidak hanya merusak fasilitas di Ruteng, tetapi juga dirasakan hingga wilayah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Sejumlah Bangunan Lain Terdampak

Selain kampus Unika Santu Paulus di Ruteng, beberapa fasilitas publik dan pemukiman warga di wilayah sekitarnya juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah:

Hotel Jayakarta Labuan Bajo: Area lobi utama mengalami kerusakan berat, plafon runtuh, dan dinding retak. Para tamu hotel dilaporkan panik dan berhamburan keluar.

Kabupaten Manggarai Barat: Rumah warga dan fasilitas umum di Kecamatan Boleng serta Kecamatan Kuwus Barat mengalami kerusakan signifikan, bahkan beberapa rumah dilaporkan roboh.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pemerintah daerah setempat masih melakukan pemetaan dan verifikasi jumlah korban serta total kerusakan. Warga, khususnya di kawasan pesisir, diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau arahan resmi dari BMKG.

Pewarta: Kordianus Lado

Berita Terkait