Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K)
Klikwarta.com, Jember – Program Homecare yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember mulai menarik perhatian pemerintah pusat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menilai layanan kesehatan yang menghadirkan tenaga medis langsung ke rumah warga tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai model pelayanan di berbagai daerah di Indonesia.
Apresiasi itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), saat meninjau pelaksanaan program di Jember.
Menurutnya, karakteristik wilayah Jember yang sangat luas menjadi alasan kuat lahirnya inovasi pelayanan kesehatan berbasis jemput bola.
Ia menjelaskan, tidak sedikit masyarakat yang sebenarnya telah memiliki jaminan kesehatan, namun tetap kesulitan mengakses layanan medis karena keterbatasan biaya transportasi maupun jauhnya jarak menuju fasilitas kesehatan.
Kondisi itulah yang dinilai berhasil dijawab melalui program Homecare.
"Ini inovasi yang sangat baik. Pelayanan kesehatan bukan hanya soal fasilitas tersedia, tetapi juga bagaimana masyarakat benar-benar bisa menjangkaunya. Di Jember, pasien yang kesulitan justru didatangi atau dijemput sehingga tidak kehilangan kesempatan memperoleh layanan kesehatan," ujar Benjamin.
Kemenkes mencatat, program Homecare di Jember tidak hanya mengandalkan kunjungan tenaga kesehatan ke rumah pasien. Pemerintah Kabupaten Jember juga mengoptimalkan kendaraan operasional kecamatan untuk membantu proses antar-jemput pasien yang membutuhkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Melihat efektivitas konsep tersebut, Kementerian Kesehatan berencana mengundang Bupati Jember bersama jajaran Dinas Kesehatan dalam beberapa bulan mendatang.
Pertemuan itu akan membahas evaluasi pelaksanaan program, kebutuhan sumber daya, hingga skema pembiayaan sebagai langkah awal menjadikan Homecare Jember sebagai proyek percontohan nasional.
Dalam pengembangannya, Kemenkes menyatakan siap memberikan dukungan, terutama melalui penyediaan obat-obatan dan perlengkapan medis yang dibutuhkan petugas Homecare di lapangan. Sementara itu, biaya operasional layanan, termasuk kebutuhan transportasi armada, saat ini masih dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember.
Benjamin menilai konsep pelayanan seperti yang diterapkan di Jember sangat relevan diterapkan di daerah-daerah dengan wilayah geografis luas, akses transportasi yang terbatas, serta masyarakat yang menghadapi kendala ekonomi untuk menjangkau fasilitas kesehatan. Karena itu, Kemenkes akan mengkaji lebih lanjut agar inovasi tersebut dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.
Pewarta: Maria








