Kabandara Dewadaru: Stakeholder Harus Gerak Bersama Agar Bandara Ngloram Aktif dan Bermanfaat 

Kamis, 28/08/2025 - 19:19
Haribowo Lesmono, Kepala Bandara Kelas III Dewadaru.

Haribowo Lesmono, Kepala Bandara Kelas III Dewadaru.

Blora, Klikwarta.com - Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, terus berbenah agar tidak sekadar menjadi bangunan megah tanpa aktivitas. Meski penerbangan komersial reguler sempat terhenti, bandara ini tetap bergerak melalui berbagai langkah optimalisasi. Semua itu dilakukan agar bandara tetap hidup, memberi manfaat nyata, dan bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jawa Tengah serta perbatasan Jawa Timur.

Kepala Bandar Udara Kelas III Dewadaru, Dr. Haribowo Lesmono, S.T., M.H., menyampaikan bahwa optimalisasi Bandara Ngloram harus dilihat secara menyeluruh. 

“Kita ingin bandara ini bukan hanya sekadar ada, tetapi benar-benar hidup dengan aktivitas. Untuk itu, diperlukan kolaborasi semua pihak agar optimalisasi ini bisa terwujud dan berkelanjutan,” tegasnya.

Adapun langkah-langkah optimalisasi Bandara Ngloram yakni mendukung kegiatan Aviasi dan Edukasi. Bandara Ngloram kini aktif mendukung kegiatan aeromodelling dan aero education yang melibatkan komunitas, sekolah, hingga masyarakat umum.

"Kegiatan ini tidak hanya menjaga agar bandara tetap ada aktivitas, tetapi juga memperkenalkan dunia aviasi sejak dini," ujarnya.

Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Selain itu,  kerja sama pendidikan penerbangan dengan Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi  dan menjadikannya sebagai satelite base. Penerbangan dengan pesawat latih dari kampus penerbangan Nasional ini menggunakan Bandara Ngloram sebagai pusat pendidikan aviasi.

Arah pengembangan Feeder Umroh.
Salah satu agenda besar adalah menjadikan Ngloram sebagai bandara feeder umroh. Namun hal ini tidak bisa hanya bertumpu pada Kabupaten Blora. Diperlukan dukungan dan kolaborasi dari kabupaten sekitar seperti Rembang, Ngawi, Bojonegoro, Grobogan, dan Tuban sebagai hinterland penumpang.

"Untuk merealisasikannya, keterlibatan Gubernur Jawa Tengah, biro travel umroh, dan stakeholder penerbangan lainnya mutlak dibutuhkan," tegasnya.

Bandara terus menyelenggarakan kegiatan seperti program padat karya, senam sehat Forkopimcam, hingga kerja sama charter flight. Kegiatan ini penting agar aktivitas di bandara terus menggeliat, sekaligus menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekitar.

Upaya optimalisasi juga diarahkan untuk membuka rute perintis, seperti usulan rute Sumenep–Ngloram, dan rencana perpanjangan landasan agar bisa melayani pesawat berbadan lebih besar. Hal ini akan membuka peluang lebih besar untuk penerbangan reguler maupun charter ke berbagai destinasi.

Meski berbagai langkah sudah dilakukan, Bandara Ngloram tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Gubernur Jawa Tengah, pemerintah daerah sekitar, biro perjalanan umroh, operator maskapai, AirNav, hingga tokoh masyarakat agar optimalisasi benar-benar terwujud.

“Bandara ini bukan sekadar pintu udara, melainkan pintu harapan. Jika semua stakeholder bergerak bersama, Bandara Ngloram akan tumbuh menjadi bandara regional yang aktif, berkelanjutan, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Dr. Haribowo Lesmono.

Pewarta: Fajar

Berita Terkait