Kemenkop Genjot Hilirisasi Sawit, Koperasi Didorong Bangun Pabrik CPO Sendiri

Rabu, 28/10/2026 - 20:17
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono

Klikwarta.com, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa sudah saatnya koperasi petani kelapa sawit naik kelas dengan menguasai sektor hilir industri sawit. 

“Melalui strategi penguatan ekonomi kerakyatan, Kemenkop mendorong koperasi agar tidak lagi berhenti pada pengelolaan kebun hulu, melainkan mandiri membangun pabrik Crude Palm Oil (CPO) hingga kilang minyak goreng sendiri,” ujar Menkop saat menyampaikan sambutan pada Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS) III dan Peringatan HUT ke-26 Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) di Jakarta, Rabu (28/10).

Menkop menyoroti ketimpangan struktural yang terjadi selama tiga dekade terakhir, di mana rantai nilai tambah industri sawit nasional, mulai dari perkebunan skala besar, pabrik CPO, hingga produk turunan seperti minyak goreng, sebagian besar dikuasai oleh korporasi besar.

Turut hadir pada acara tersebut adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Deputi Pengembangan Usaha Kemenkop Panel Barus, Ketua Dewan Pembina APKASINDO Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, serta Ketua UMum DPP APKASINDO Gulat M.E. Manurung.

Sebagai solusi atas ketimpangan tersebut, Kemenkop kini mengalihkan fokus pembinaan untuk mendorong industrialisasi berbasis koperasi. Menkop memaparkan bahwa model hilirisasi ini telah dibuktikan di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, di mana sebuah koperasi sukses mengelola pabrik CPO berkapasitas 60 ton per jam dan menjadi pilot project nasional.

Bahkan Menkop mengungkapkan target agar pada tahun depan gerakan koperasi nasional dapat memiliki kilang (refinery) minyak goreng sendiri. Nantinya, produk minyak goreng hasil produksi koperasi tersebut akan langsung diserap oleh jaringan distribusi retail modern milik rakyat, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

"Jadi, pasarnya sudah punya, outlet-nya sudah punya. Kita bisa bayangkan ada puluhan ribu outlet Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bisa menjual minyak goreng milik koperasi sendiri," tegas Ferry.

Selain itu, Kemenkop juga mendorong APKASINDO untuk menjalin sinergi strategis dengan PT Agrinas Palma Nusantara melalui skema kemitraan plasma. Lahan-lahan hasil penertiban Satgas Penataan Kesiapan Lahan (PKH) didorong agar dikerjasamakan dengan koperasi di bawah naungan APKASINDO agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh para petani sawit di akar rumput.

​Senada dengan Kemenkop, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa kunci utama kemajuan petani sawit rakyat terletak pada kekompakan dan fokus terhadap penguatan hilirisasi. “Para petani plasma senantiasa menjaga solidaritas, termasuk dalam menjaga stabilisasi harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani agar tidak mudah tergiur menjual murah ke pihak luar,” ucapnya.

​Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menegaskan komitmen APKASINDO dalam menjalankan dua fungsi strategis organisasi. “Pertama, menjadi mitra pemerintah yang konstruktif dalam mengawal regulasi yang berpihak pada petani, dan kedua, menjadi jembatan efektif antara kepentingan petani, pengusaha, dan negara,” ucapnya. (**) 

Tags

Berita Terkait