Kodaeral IX Perkuat Kesiapsiagaan Warga Negeri Saleman, Bentuk Masyarakat Peduli Api Cegah Karhutla

Jumat, 30/10/2026 - 18:02
Kodaeral IX Perkuat Kesiapsiagaan Warga Negeri Saleman, Bentuk Masyarakat Peduli Api Cegah Karhutla

Kodaeral IX Perkuat Kesiapsiagaan Warga Negeri Saleman, Bentuk Masyarakat Peduli Api Cegah Karhutla

Klikwarta.com, Ambon - Komitmen Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Maluku tidak berhenti pada pemadaman api dan penyaluran air bersih. 

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kodaeral IX menggelar sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana sekaligus mendorong pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Balai Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan komunikasi sosial (Komsos) TNI bertema “Masyarakat Peduli Api (MPA), Kodaeral IX Bersama Masyarakat Negeri Saleman Siap Melaksanakan Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla” ini, bertujuan membangun kesadaran kolektif, meningkatkan pengetahuan, serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah dan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Kegiatan dipimpin Komandan Satgas Karhutla Kodaeral IX, Letda Laut (T) Arya Maulana Kampai, S.T., yang bersama personel Satgas secara langsung memberikan pembekalan kepada masyarakat. 

Perwira muda lulusan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) angkatan Cohort 1/2024 tersebut, terlibat langsung dalam upaya penanganan Karhutla di wilayah Maluku, termasuk mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Pemerintahan Negeri Saleman, Ramli Laluhun, Ketua Pemuda Negeri Saleman Murat Upuoalat, Staf Pemerintahan Negeri Saleman Honga Laluhun, para pemilik kebun, tokoh masyarakat, serta warga Negeri Saleman yang antusias mengikuti penyuluhan.

Dalam pemaparannya, Letda Laut (T) Arya Maulana Kampai menjelaskan dasar-dasar kebencanaan dan mitigasi, potensi ancaman Karhutla, serta dampak kebakaran terhadap keselamatan jiwa, kesehatan, lingkungan, dan perekonomian masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa kebakaran tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi dapat mengancam sumber penghidupan warga yang bergantung pada hasil perkebunan.

Secara khusus, masyarakat dibekali langkah-langkah pencegahan kebakaran untuk melindungi kebun pala dan cengkeh yang menjadi sumber penghidupan keluarga. Materi meliputi pengelolaan lahan tanpa membakar, pembuatan jalur sekat bakar, patroli rutin di kawasan rawan, serta mekanisme pelaporan dan koordinasi cepat apabila ditemukan titik api.

Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, Satgas Karhutla Kodaeral IX turut memandu tahapan pembentukan MPA Negeri Saleman. Pembekalan mencakup pengenalan tugas dan tanggung jawab anggota, pemetaan wilayah rawan kebakaran, peningkatan keterampilan teknis, pengenalan dan penggunaan peralatan pemadaman awal, hingga penerapan prosedur keselamatan saat bertugas di lapangan.

Tidak hanya melalui penyampaian materi, kegiatan juga dikemas secara interaktif dengan memberikan pemahaman dan praktik pengoperasian peralatan pemadam api ringan serta membangun mekanisme komunikasi dan pelaporan melalui posko siaga. 

Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu melakukan deteksi dini dan mengambil tindakan awal secara tepat sebelum kebakaran meluas, tanpa mengabaikan keselamatan diri.

Letda Laut (T) Arya Maulana Kampai menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., agar penanganan Karhutla dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Penanganan Karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah membesar. Upaya pencegahan melalui edukasi, peningkatan kesadaran, dan pelibatan aktif masyarakat menjadi kunci agar warga memiliki kemampuan serta kemandirian dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pencegahan Karhutla sebagai tanggung jawab bersama. “Jangan menunggu api membesar. Cegah sejak dini, lindungi kebun, jaga lingkungan, dan selamatkan sumber penghidupan serta masa depan generasi penerus,” ajaknya.

Melalui kegiatan ini, Kodaeral IX menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan masyarakat, TNI-Polri, Bakamla RI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla di Maluku.

Kehadiran Satgas Karhutla Kodaeral IX di Negeri Saleman menjadi wujud nyata pengabdian TNI AL yang tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan kebakaran. (**) 

Berita Terkait