Dari Bangku Pendidikan ke Dunia Kerja Global, Ada Mimpi yang Ingin Mereka Wujudkan

Jumat, 30/10/2026 - 21:07
Mendikdasmen Abdul Mu'ti

Mendikdasmen Abdul Mu'ti

Klikwarta.com, Sleman, 30 Oktober 2026 – Di balik upaya pemerintah memperluas akses kerja di luar negeri bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan lembaga kursus dan pelatihan (LKP), tersimpan beragam kisah perjuangan dan kerja keras dalam mempersiapkan diri meraih peluang di tingkat internasional. Kisah-kisah tersebut turut mewarnai kegiatan Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan LKP Bekerja di Luar Negeri yang berlangsung di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (29/10). 

Kisah pertama datang dari Arkan Putra Ramadhan, alumnus SMK Negeri 3 Wonosari, Gunungkidul, DIY, yang akan berangkat ke Jepang. Baginya, kesempatan ini bukan hanya untuk menambah pengalaman dan memperluas jejaring profesional, tetapi juga mengumpulkan modal usaha. “Saya berharap, sepulangnya ke tanah air, dapat merintis usaha sendiri sekaligus membuka lapangan kerja bagi orang lain,” ungkapnya.

Arkan menambahkan bahwa selama menempuh pendidikan di SMK, ia mengambil Konsentrasi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan. Di Jepang, ia akan ditempatkan pada bagian pembuatan mebel kayu secara manual. “Model pendidikan di SMK yang lebih banyak mengedepankan praktik tentu akan sangat membantu saya ketika bekerja di perusahaan nanti,” lanjutnya.

Kisah inspiratif lainnya datang dari Softiana, alumnus SMK Muhammadiyah Prambanan, yang akan terbang ke Jerman untuk menjalani Program Double Track. Berasal dari keluarga yang sangat sederhana tidak membuatnya patah arang. 

“Setiap pulang sekolah saya meluangkan waktu untuk belajar bahasa Jerman, mengulang dan memperdalam materi yang sudah diajarkan. Saya menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh karena kesempatan ini sesuatu yang sangat berharga. Bagi saya, SMK telah menjadi salah satu jalan untuk membuka harapan dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik,” terang Softiana.

.

Kesempatan berkarier di luar negeri tidak hanya terbuka bagi lulusan SMK, tetapi juga lulusan LKP. Feriy Rahayu, alumnus LKP Baruna Academy, menjadi salah satu lulusan yang berkesempatan untuk bekerja di luar negeri, tepatnya negeri Paman Sam, Amerika. Ia akan bekerja di Kapal Carnival Cruise Line. 

“Saat di LKP saya banyak belajar. Kemudian diperdalam lagi ketika saya memutuskan untuk bekerja ke luar negeri. Saya belajar komunikasi dengan bahasa Inggris, kemudian belajar interview, sampai akhirnya saya bisa berangkat untuk bekerja di negara impian saya,” ucap Feriy. 

Kepala SMKN 3 Wonosari, Dwi Retno Wahyuningsih, menyampaikan bahwa proses persiapannya telah dimulai sejak murid masih duduk di bangku kelas X. Selain itu, upaya sekolah dalam menyiapkan SDM berkompetensi global juga semakin dikuatkan dengan adanya program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 dari Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan. Tahun ini, SMKN 3 Wonosari menjadi salah satu penerima program tersebut, dengan sepuluh murid yang berhasil lolos kualifikasi.

“Sekolah berusaha memberikan yang terbaik untuk murid, mulai dari penguatan soft skills, hard skills, karakter, hingga kemampuan berkomunikasi. Selain itu, sekolah juga menyediakan ekstrakurikuler Bahasa Jepang. Harapannya, apa yang kami lakukan bisa optimal membantu menyiapkan lulusan SMK yang benar-benar siap berkarier skala global,” terangnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri membutuhkan kesiapan mental dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Ia berpesan agar para lulusan tetap berpegang pada tekad untuk meraih cita-cita, menjaga integritas, dan membawa nama baik Indonesia. “Tekad yang kuat menjadi bekal untuk meraih kesuksesan di mana pun kalian bekerja. Jangan lupa, di mana pun kalian berada, di dada Anda tetaplah Merah Putih,” pesan Menteri Mu’ti.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa pemerintah terus memperluas peluang magang dan penempatan kerja di luar negeri bagi lulusan SMK dan LKP.

“Dalam dunia kerja global, selain keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi, etika, bahasa, dan pemahaman budaya kerja menjadi poin penting yang perlu disiapkan. Pendidikan di SMK dan LKP membantu mereka untuk menyiapkan diri agar ketika mereka berangkat ke negara tujuan,” ungkap Dirjen Tatang. 

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait