Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti
Klikwarta.com, Sleman - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melepas lebih dari 3.000 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk berkarier di luar negeri dalam kegiatan yang berlangsung di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/10).
Di tengah persaingan kerja global yang semakin dinamis, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya memperluas akses kebekerjaan luar negeri, di antaranya melalui program magang dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri bagi lulusan SMK dan LKP. Program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja di luar negeri, meningkatkan kompetensi mereka, serta memperluas wawasan mengenai industri global.
Dalam kegiatan Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan LKP Bekerja di Luar Negeri yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi DIY secara luring dan daring, Mendikdasmen menyampaikan dukungan sekaligus memberikan motivasi kepada para lulusan agar siap bekerja maupun berwirausaha, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia juga menekankan bahwa keterampilan dan profesionalisme perlu disertai integritas, kedisiplinan, mentalitas yang kuat, serta kepribadian yang baik. Untuk mendukung kesiapan tersebut, Kemendikdasmen berkomitmen memperluas akses terhadap layanan pendidikan dan pelatihan yang fleksibel, terjangkau, dan mudah diakses.
“Kemampuan dan profesionalisme yang kalian miliki adalah bekal untuk bekerja, tetapi kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan. Mentalitas dan integritas menjadi hal yang utama. Tekad yang kuat akan membantu kalian meraih keberhasilan di mana pun berada. Saya berpesan agar kalian selalu memberikan yang terbaik, menjaga nama baik bangsa, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujar Mendikdasmen.
Gubernur DIY yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, menyampaikan apresiasi atas pelepasan para lulusan. Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak sekadar melahirkan pencari kerja, tetapi membentuk manusia yang berdaya, adaptif, dan mandiri.
“Sinergi pemerintah, sekolah, dan dunia industri perlu terus diperkuat agar setiap keterampilan memperoleh kesempatan, setiap usaha mendapatkan pendampingan, dan setiap pekerja mendapat perlindungan. Ingatlah, keterampilan membuka pintu kesempatan, tetapi integritas kalian yang menjaga kepercayaan. Profesionalisme menghadirkan penghargaan, sedangkan keluhuran budi meninggalkan keteladanan,” pesan Noviar.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, dalam laporannya menyampaikan bahwa sejumlah 3030 lulusan diberangkatkan untuk mengikuti program magang dan bekerja di luar negeri. Jumlah tersebut terdiri atas 1.530 lulusan dari 231 SMK dan 1.500 lulusan dari 17 LKP yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka telah menyelesaikan pendidikan sesuai bidang keahlian masing-masing dan lolos seleksi kerja internasional untuk ditempatkan di sejumlah negara, antara lain Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Turki, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.
“Keberhasilan program penempatan global ini terwujud berkat sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, dunia industri, serta mitra penempatan. Melalui kesempatan ini, para alumni SMK dan LKP diharapkan dapat bekerja dan magang dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik, dan terus mengasah keterampilan demi masa depan yang lebih gemilang,” terang Dirjen Tatang.
Sebagai simbol dimulainya langkah para lulusan menuju dunia kerja internasional, prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan jaket kerja lapangan secara simbolis oleh Mendikdasmen kepada delapan perwakilan lulusan SMK dan LKP yang akan berangkat ke luar negeri.
Perluasan akses kerja ke luar negeri merupakan bagian dari upaya menyelaraskan pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja global. Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong penguatan akses informasi, pelatihan, dan pendampingan bagi calon pekerja migran Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran kewirausahaan yang menampilkan beragam produk unggulan karya SMK di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. (**)








