dr Benjamin Soroti Lonjakan Gagal Ginjal, Filter Tubuh Rusak Karena Pola Hidup

Rabu, 22/04/2026 - 17:28
dr Benjamin

dr Benjamin

Klikwarta.com - Kasus gagal ginjal kronis di Indonesia naik tajam. Anggota Komisi E DPRD Jatim Fraksi Gerindra dr. Benjamin Kristianto menyebut pola hidup tak sehat sebagai pemicu utama.

“Sekarang penyakit lebih banyak mengarah ke kronis gagal ginjal. Salah satunya karena pola makan dan budaya hidup yang salah, sehingga organ tubuh penting seperti ginjal dan hati terganggu,” kata dr. Benjamin di Surabaya, Selasa (21/4/2026).

Dampaknya langsung terasa: antrean pasien cuci darah atau hemodialisis makin panjang. Terapi yang biayanya mahal itu, kata dia, masih ditanggung BPJS Kesehatan.

“Kita harus bersyukur. Tapi, dengan jumlah kasus yang terus meningkat, jangan sampai ke depan ada pembatasan layanan,” tegasnya.

Menurut dr. Benjamin, pencegahan jadi kunci. Ia meminta masyarakat segera benahi pola makan dan cukup minum air putih.

“Ginjal itu seperti filter. Kalau darah kita kotor, tentu filternya rusak. Penyebabnya bisa dari diabetes, kolesterol, asam urat, dan pola makan yang tidak sehat,” jelasnya.

Kebiasaan minum juga disorot. Banyak orang minum banyak sekaligus, lalu lupa seharian. Padahal ginjal butuh asupan cair rutin.

“Minimal dua liter sehari, tapi harus dibagi. Misalnya, pagi, siang, sore, hingga malam masing-masing dua gelas. Seperti menyiram tanaman, harus rutin,” ujarnya.

Ia juga mewanti-wanti bahaya obat keras. Konsumsi sembarangan bisa merusak ginjal dan hati. Narkoba, rokok, dan alkohol, tegasnya, wajib dijauhi.

“Keracunan obat itu paling dulu kena ginjal dan hati. Jadi harus hati-hati,” kata politisi Gerindra itu.

Menanggapi survei kepuasan publik terhadap pemerintah, dr. Benjamin menilai masyarakat sudah objektif. Kinerja Presiden Prabowo Subianto dinilai pro-rakyat.

“Pak Presiden Prabowo fokus untuk rakyat. Program-programnya memang ditujukan membantu masyarakat,” ujarnya.

Namun ia titip pesan ke kabinet merah putih: jaga amanah. Program bagus di pusat jangan rusak oleh oknum di lapangan.

“Programnya sudah baik, jangan sampai di lapangan justru terkontaminasi oleh oknum. Itu yang harus dijaga,” pungkasnya. (**)

Tags

Berita Terkait