Serap Aspirasi Nganjuk-Madiun, Abdullah Muhdi Tampung Curhatan Warga Soal Irigasi, KDMP dan MBG 

Kamis, 06/08/2026 - 14:28
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil Nganjuk-Madiun, Abdullah Muhdi

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil Nganjuk-Madiun, Abdullah Muhdi

Klikwarta.com, Nganjuk - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil Nganjuk-Madiun, Abdullah Muhdi, menuntaskan rangkaian reses di 6 titik wilayah. Infrastruktur dasar, fasilitas keagamaan, hingga dampak kemarau panjang menjadi aspirasi utama yang akan ia dorong ke Pemprov Jatim.

" Saya reses di Nganjuk dan Madiun, dan banyak hal yang kemudian bisa saya dapatkan. Mulai dari saluran irigasi, kemudian jembatan, infrastruktur jalan, fasilitas sarana ibadah, ada pesantren, ada masjid," ujar Abdullah Muhdi, Kamis 6 Agustus 2026.

Selain infrastruktur, Abdullah menyoroti tata kelola dua program strategis nasional. Yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, keberhasilan kedua program ini sangat tergantung pada pelibatan masyarakat desa. Hal ini untuk peningkatan kualitas ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat

"Kemudian ada faktor lain yang di luar itu. Pola tata kelola Koperasi Desa Merah Putih dan Makanan Bergizi Gratis yang bersinergi dan harus melibatkan masyarakat lokal. 

Ia menilai KDMP bisa menjadi penggerak ekonomi desa jika dikelola profesional dan transparan. Sementara MBG harus dipastikan bahan bakunya berasal dari petani dan UMKM lokal agar efeknya berputar di daerah.

Keluhan paling banyak muncul saat reses adalah dampak kemarau panjang. Warga menyebutnya musim panas ekstrem, bukan istilah El Nino.

"Jadi kemarin dari 6 titik yang kita datangi, ada satu pembahasan terkait El Nino, tapi tidak spesifik El Nino. Karena masyarakat di bawah ini kan tidak tahu El Nino ini. Mereka menamainya musim panas atau kemarau panjang yang ekstrem," kata Abdullah.

Politisi asal PKB itu menyebut dampak musim kemarau langsung terasa di sektor pertanian, karena banyak sawah kekeringan karena saluran irigasi tidak memadai. Irigasi ini sangat penting, tetapi ternyata fasilitasnya juga sangat minim di daerah-daerah

Dengan kondisi fiskal kabupaten/kota yang terbatas, Abdullah mendorong Pemprov Jatim segera hadir memberikan bantuan, seperti halnya bantuan langsung, pangan, atau sembako. Dengan begitu,nmasyarakat ini bisa sedikit terbantu. 

" Karena kasihan apalagi yang di pelosok desa seperti itu. Harus ada sedikit ataupun banyak, kalau bisa, bantuan dari pemerintah Jawa Timur," ujarnya.

Abdullah memastikan seluruh aspirasi ini akan dibawa ke rapat paripurna dan dibahas bersama OPD terkait di Pemprov Jatim. Muhdi berharap aspirasi ini bisa direalisasikan bersama dengan melihat postur anggaran dan fiskal Jawa Timurm

"Jadi di reses kemarin saya dicurhatin banyak hal. Yang saya sampaikan tadi adalah awal yang bagus untuk pembangunan di Jawa Timur. Dan akan kami sampaikan menjadi aspirasi di Provinsi Jawa Timur,"  pungkasnya. (**) 

Berita Terkait